Berita Banjarmasin

Peribadatan Imlek di Klenteng Suci Nurani, Warga Keturunan Tionghoa Bakar Uang Tiruan, Ini Maknanya

peribadatan pada malam Tahun Baru Imlek 2571 di Banjarmasin berlangsung khidmat dan damai

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Prosesi peribadatan Imlek di Klenteng Suci Nurani Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kegiatan peribadatan pada malam Tahun Baru Imlek 2571 di Banjarmasin berlangsung khidmat dan damai seperti di Klenteng Suci Nurani, Sabtu (25/1/2020).

Dalam ruangan utama peribadatan, seluruh ruangan dibanjiri cahaya lampion dan lilin merah berbagai ukuran yang menyala hampir di setiap sudut Klenteng.

Harum yang khas dari asap dupa yang dibakar juga memenuhi Klenteng.

Terlihat masyarakat keturunan Tionghoa lakukan ritual keagamaan dimulai dengan menyalakan dupa merah di atas api yang berada di meja persembahan tak jauh dari pintu masuk utama klenteng.

Rapper Ini Kaget saat Ditangkap karena Kasus Perampokan, Padahal Mau Tampil di Grammy

Bocor, Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Tanjungtiram, 3 Awal Kapal Belum Ditemukan

Lebih Baik Jangan ke 10 Negara Ini, Virus Corona Lagi Mewabah dan Sudah Membunuh 26 Orang

Wanita Cantik Penjual Tahu Ini Viral, Lulusan S2 Tapi Tak Malu Goreng Tahu di Pinggir Jalan

Sambil mengucapkan doa mereka selanjutnya berdoa di depan masing-masing arca Dewa dan Dewi di ruang utama klenteng yang berlokasi di Jalan Veteran Banjarmasin ini.

Arca Dewa-Dewi berukuran besar dengan tinggi mencapai 1 hingga 1,5 meter terlihat bersih mengkilap di atas altar lengkap dengan pakaian kebesarannya.

Beberapa arca Dewa-Dewi yang ada di Klenteng ini yaitu arca Dewi Kwan Im Phu Shat, Dewi Thien Sang Sen Mu, Dewi Cu Sen Niang Niang, Dewa Kwan Ti Shen Chiun dan Dewa Fu Te Cen Sen.

Walau dibawah rintik hujan, sebagian umat juga terlihat melakukan ritual pembakaran uang tiruan ke dalam tungku berbentuk menara yang berlokasi di Halaman Klenteng Suci Nurani.

Salah satunya, Wira, warga Banjarmasin keturunan Tionghoa ini membakar beberapa tumpuk uang tiruan lalu dimasukkan ke dalam tungku.

Dijelaskan Wira, prosesi ini miliki makna untuk mengirimkan bekal kepada leluhurnya.

"Dibakar maknanya untuk bekal leluhur yang sudah tiada, jadi sebagai bekal mereka di sana," kata Wira.

Namun tak hanya bagi warga keturunan Tionghoa, malam Hari Raya Imlek di Klenteng Suci Nurani juga ternyata menarik perhatian masyarakat.

Terlihat mereka berada di sekitar Klenteng melihat kegiatan peribadatan di dalamnya.

Sebelumnya dijelaskan Pengurus Klenteng Suci Nurani, Tiono Husin, persiapan menyambut Tahun Baru Imlek 2571 memang sudah dilakukan sejak 7 hari sebelum hari H.

Sudah dimulai sejak pagi, proses peribadatan di Hari Raya Imlek 2571 menurutnya akan berlangsung hingga tengah malam, Sabtu (25/1/2002).

Video Viral Betrand Peto & Sarwendah Diketahui sang Putra, Ruben Onsu Beri Peringatan Keras

Tudingan Ayu Ting Ting Jadi Pelakor Muncul Jelang Konsernya, Siti Badriah Ngamuk Bela Sobat Igun Itu

Ashanty Ungkap Luna Maya Pernah Nyaris Menikah, Suami Syahrini Reino Barack atau Ariel Noah?

Menyambut Tahun Tikus Logam, Tiono menilai tahun Imlek 2571 akan menjadi tahun yang baik termasuk dari aspek keluarga maupun aspek ekonomi.

"Tahun Tikus logam, logam artinya emas, artinya kita bagus saja untuk keluarga. Untuk ekonomi harapannya bisa jalan terus dan tidak ada kemunduran, jangan terlalu serakah juga harus berhati hati," kata Tiono. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved