Berita Jakarta

Tak Salahkan Anies, Ahli Amerika Dr Kevin Sebut Banjir Jakarta Akibat Dosa Manusia Selain Sampah

Tak Salahkan Anies, Ahli Amerika Dr Kevin Sebut Banjir Jakarta Akibat Dosa Manusia Lain Selain Sampah

Tak Salahkan Anies, Ahli Amerika Dr Kevin Sebut Banjir Jakarta Akibat Dosa Manusia Selain Sampah
KOMPAS.com/NURSITA SARI/TribunJakarta.com/Bima Putra
Gubernur Anies Baswedan sebut anak-anak senang bermain di luapan air banjir Jakarta 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tak Salahkan Anies, Ahli Amerika Dr Kevin Sebut Banjir Jakarta Akibat Dosa Manusia Lain Selain Sampah

Banjir yang melanda DKI Jakarta yang melanda di penghujung tahun 2019 hingga awal tahun 2020, menjadi sorotan para ilmuwan secara internasional.

Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah ibukota Indonesia itu terjadi pada 31 Desember 2019, dan berlangsung hingga 1 Januari 2020.

Berdasarkan rilis dari Yayasan Indonesia Cerah kepada Kompas.com, Sabtu (25/1/2020), para ilmuwan mengaitkan hubungan antara fenomena curah hujan ekstrim yang melanda Jakarta dan sekitarnya awal tahun itu dengan perubahan iklim.

Penampakan Joroknya Pasar Tradisional Kota Wuhan, Tempat Virus Corona yang Membunuh 26 Orang

Jadi Caleg Gagal Lalu Miskin, Pria di Kalbar Ini Nekat Jadi Bos Rampok Spesialis Sarang Burung Walet

Wanita Cantik Penjual Tahu Ini Viral, Lulusan S2 Tapi Tak Malu Goreng Tahu di Pinggir Jalan

KISAH Pilu 2 Gadis Belia Alami Gangguan Jiwa akibat Dipaksa Layani Nafsu Bejat Ayah Selama 2 Tahun

Director of the Earth System Science Center, Pennsylvania State University, Profesor Michael Mann, menyebutkan banjir yang melanda Jakarta baru-baru ini telah memecahkan rekor sebelumnya.

Hal ini menyerupai pola peristiwa curah hujan ekstrem yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Satu-satunya alasan kenapa ini terjadi, kata Micahel, karena adanya siklus hidrologi yang menjadi semakin intens akibat terjadinya pemanasan bumi yang diakibatkan oleh aktivitas manusia.

Sementara itu, ilmuwan Senior dari Bagian Analisis Iklim, Pusat Nasional Penelitian Atmosfer, Amerika Serikat, Dr Kevin E Trenberth, mengatakan perubahan iklim disebabkan oleh adanya peningkatan emisi karbon dioksida dan gas rumah kaca.

Lebih Baik Jangan ke 10 Negara Ini, Virus Corona Lagi Mewabah dan Sudah Membunuh 26 Orang

Warga melintasi banjir setinggi satu meter di Bukit Duri, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Sejumlah wilayah di Jakarta terendam banjir akibat curah hujan yang tinggi dan air kiriman dari Bogor.
Warga melintasi banjir setinggi satu meter di Bukit Duri, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Sejumlah wilayah di Jakarta terendam banjir akibat curah hujan yang tinggi dan air kiriman dari Bogor. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Akibat aktivitas manusia itu, akan menyebabkan sejumlah tempat, tidak terjadi hujan.

Namun, pada saat bersamaan terjadi kandungan air yang lebih tinggi di atmosfer dan jumlahnya meningkat sebesar 10 persen dibandingkan tahun 1970.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved