Berita dunia

Virus Corona Buyarkan Perayaan Tibanya Tahun Tikus, Warga Wuhan Diisolasi hingga Berebut Makanan

Tidak ada suka cita pesta tradisional menyambut tahun baru imlek. Padahal, tahun tikus logam dalam cerita rakyat itu melambangkan kekayaan dan surplus

Editor: Hari Widodo
Youtube/Washington Post
Kota Wuhan sepi setelah munculnya virus Corona. 

BANJARMASINPOST.CO.ID –  China mengawali tahun yang mereka sebut dengan tahun tikus logam di tengah ancaman virus corona yang mematikan, Sabtu (25/1/2020).

Tidak ada suka cita pesta tradisional menyambut tahun baru imlek. Padahal, tahun tikus logam dalam cerita rakyat itu melambangkan kekayaan dan surplus.

Suasana hati warga Kota Wuhan di Provinsi Hubei, China Tengah diwarnai dengan keprihatinan.
Pasalnya, Kota Wuhan yang diduga sebagai pusat penyebaran virus, diisolasi guna mencegah penyebaran virus semakin parah.

Melansir dari South China Morning Post, kondisi ini mengakibatkan para penduduk harus menghadapi keprihatinan.

Bocor, Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Tanjungtiram, 3 Awal Kapal Belum Ditemukan

Lebih Baik Jangan ke 10 Negara Ini, Virus Corona Lagi Mewabah dan Sudah Membunuh 26 Orang

Video Viral Betrand Peto & Sarwendah Diketahui sang Putra, Ruben Onsu Beri Peringatan Keras

Tabiat Asli Teddy & Lina, Mantan Sule Dibongkar Ketua RW, Ibu Rizky Febian & Putri Delina Ternyata?

Mulai dari tahun baru imlek yang biasanya disambut dengan pesta tradisional yang meriah harus dibatalkan.

Hingga keprihatinan lain seperti kurangnya makanan dan persediaan medis.

Lantas seperti apa kondisi Kota Wuhan saat tahun baru Imlek?

Persedian makanan dan obat-obatan 

Pada Kamis (23/1/2020), Gubernur Hubei, Wang Xiaodong menyampaikan kepada media bahwa pasokan makanan ke Wuhan mencukupi.

Ia mengatakan kota tersebut memiliki persediaan 5 juta kilogram beras, 4 juta kilogram minyak goreng dan lebih dari 10.000 ton daging.

Ia juga mengatakan, makanan dari provinsi terdekat seperti Yunnan dan Hainan sedang dikirim secara teratur.

Namun, warga Wuhan mengatakan, mereka menimbun makanan sendiri untuk bertahan hidup dan saat ini banyak supermarket kehabisan persediaan. 

Mereka merasa kesal dengan manajemen darurat yang dilakukan pejabat setempat.

“Saya tidak melihat pernyataan gubernur, tetapi semua supermarket yang saya kunjungi kosong. Para karyawan mengatakan bahwa mungkin besok atau lusa akan ada pengiriman, tetapi tidak ada yang bisa memastikan, ”kata Li Xiaoshan, seorang warga Wuhan

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved