Berita dunia

Virus Corona Buyarkan Perayaan Tibanya Tahun Tikus, Warga Wuhan Diisolasi hingga Berebut Makanan

Tidak ada suka cita pesta tradisional menyambut tahun baru imlek. Padahal, tahun tikus logam dalam cerita rakyat itu melambangkan kekayaan dan surplus

Editor: Hari Widodo
Youtube/Washington Post
Kota Wuhan sepi setelah munculnya virus Corona. 

Dirinya juga mencertitakan kondisi jalan-jalan di Kota Wuhan yang sepi.

“Saya membeli apa yang saya bisa. Kota ini seperti Chernobyl (kota mati di Rusia karena ledakan nuklir, red), ”kata dia.

“Lalu lintas di kota diblokir, dan kerabat kami tidak dapat pergi ke rumah sakit untuk perawatan. Kami benar-benar cemas.” ujar dia.

Mo Gu, warga Wuhan yang istrinya bekerja di rumah sakit setempat menyebutkan,  saat ini persediaan medis yang ada sangat terbatas.

Menurutnya, persediaan masker wajah di rumah sakit tersebut selama berhari-hari tidak mencukupi. 

"Setiap dokter hanya diberikan dua masker bedah yang harus mereka gunakan selama beberapa hari. Apakah Anda pikir tidak apa-apa?” kata dia.

"Pemerintah tidak tahu apa yang dilakukannya, dan mereka masih pergi ke TV untuk menyombongkan diri ketika staf medis garis depan bahkan tidak memiliki pakaian ganti pelindung," lanjut dia.

Mo mengatakan, beberapa staf medis yang berbicara kepada media terkait situasi lapangan akan dilacak oleh polisi dan diperingatkan untuk diam.

Wakil Direktur Provinsi Hubei, Liu Dongru selama pers konferensi di Wuhan mengatakan pihak berwenang telah bekerja dengan cepat untuk merawat orang yang sakit.

Liu mengatakan penyebab tingginya pasien di klinik lantaran musim ini adalah puncak musim flu serta beredarnya informasi palsu terkait virus corona yang menyebabkan pasien datang karena panik.

Pertunjukan puisi tentang virus di Wuhan 

Di tengah kondisi yang memprihatinkan, China akan menayangkan siaran tentang malam tahun baru Imlek di CCTV (China Central Television) pada Jumat (24/1/2020) malam. Acara tersebut diklaim ditonton lebih dari 1 miliar pemirsa.

Salah satu acara dalam siaran tersebut adalah pertunjukan puisi tentang virus di Wuhan. Tetapi, acara tersebut menuai kritik karena dipandang tidak sesuai.

“Apa yang sedang dilakukan CCTV? Apa gunanya membaca puisi? Bukankah mereka harus menggali lebih dalam tentang apa yang terjadi di Wuhan yang menyebabkan situasi ini ?, ”kata Chen Xue, seorang penduduk Wuhan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Berita Terkait :#Berita dunia
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved