Kalselpedia

Kalselpedia: Sekilas Sejarah Dibangunnya Masjid Su’ada, Tertua di HSS

asjid Su,ada adalah salah satu masjid tertua di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), terletak di Desa Wasah Hilir, Kecamatan Simpur, Kalsel

Kalselpedia: Sekilas Sejarah Dibangunnya Masjid Su’ada, Tertua di HSS
BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
Ukiran di mihrab atau atau tempat imam memimpin salat di Masjid Su’ada di Desa Wasah Hilir, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Senin (27/1/2020). 

BANJAMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Masjid Su,ada adalah salah satu masjid tertua di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), terletak di Desa Wasah Hilir, Kecamatan Simpur, Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Masjid ini dibangun pada 28 Dzuhlhijah 1328 Hijriah atau tahun 1908 Masehi.

Lahannya, di atas tanah wakaf seluas 1047,25 meter persegi.

Seluruh bangunannya berkonstruksi kayu ulin.

DIdirikan oleh Syeikh HM Said bin Syeikh Al Alamah Syeikh Sa’duddin, kelahiran Amawang, Kandangan, Kabupaten HSS, Kalsel.

Nama Su,ada diambil dari kata Sa,id, salah satu dari dua pelopor pembangunan masjid tersebut, yang dalam bahasa Arab artinya beruntung.

Sedangkan pelopor satunya lagi, bernama  Syeikh Abbas bin Al Alamah Syeikh Abdul Jalil , kelahiran Dalam Pagar,  Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel.

Dikutip dari berbagai sumber, sepulang dari Makkah, Syeikh Abbas pulang ke Martapura, lalu mengembara ke kawasan Hulu Sungai.

Syeikh Abbas kemudian tinggal di Wasah dan mendirikan sebuah masjid.

Masjid Su’ada di Desa Wasah Hilir, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang menjadi cagar budaya, serta dijadikan ikon dan lambang daerah, Senin (27/1/2020).
Masjid Su’ada di Desa Wasah Hilir, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang menjadi cagar budaya, serta dijadikan ikon dan lambang daerah, Senin (27/1/2020). (BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI)

Namun, karena masjid yang dibangun saat itu tak mampu menampung jamaah yang kian banyak, diapun berniat memindahkan masjid ke tempat baru dan untuk membangun masjid lebih besar, lebih indah dengan banginan kokoh.

Hingga akhirnya niat itu terwujud, dibangunlah masjid dengan luas 1047,25 meter persegi, yang sekarang di jalan Musyawarah, Desa Wasah Hilir Kecamatan Simpur.

Tanahnya, wakaf dari dua warga desa setempat bernama MIrun bin Udin dan Asmail bin Abdullah. (Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved