Berita Tanahlaut

Kadinkes Tanahlaut Pastikan Satu Desa Satu Bidan

Sempat dikabarkan ada desa yang tidak memiliki bidan desa, Kadinkes Tanahlaut Hj Nina Sandra membantah hal tersebut.

Kadinkes Tanahlaut Pastikan Satu Desa Satu Bidan
banjarmasinpost.co.id/nana
Hj Nina Sandra 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sempat dikabarkan ada desa yang tidak memiliki bidan desa, Kadinkes Tanahlaut Hj Nina Sandra membantah hal tersebut.

Memang sebutnya sempat ada desa ditinggal oleh bidan desa ke Jawa namun sudah terisi kembali.

"Batakan memang benar ditinggalkan bidan desa ke Jawa, tapi sudah ada bidan desa pengganti yang datang setiap empat hari dalam seminggu ke sana," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (28/1/2020).

Bidan PTT tersebut terangnya sudah bertugas di Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut, Provinsi Kalimantan Selatan, sesuai surat perintah melaksanakan tugas pertama Januari 2020 ini.

Polisi Bekuk Komplotan Maling Elpiji Tiga Kilogram di Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan

Raja Baru Muncul, King of The King Punya Harta Rp 60.000 T & Siap Lantik Presiden Saingan Jokowi

Foto Pembully Betrand Peto Diperlihatkan ke Ruben Onsu, Suami Sarwendah Sebut Masih di Bawah Umur

Namun sebutnya memang ada keinginan perangkat desa agar desa memiliki bidan desa khusus yang menetap di sana.

"Kita sudah deal dengan Kades terkait bidan desa yang sudah diusulkan oleh Kades," ujar Nina.

Meski begitu bidan desa pengganti yang ditempatkan oleh dinas terangnya juga tetap akan bertugas.

Bidan desa terang Nina. diatur sesuai kebutuhan di puskesmas, namun jika kepala desa menginginkan lebih maka bisa diusulkan ke Dinkes dengan ketentuan penggajian sesuai kesepakatan bersama.

"Selama ini berdasarkan penilaian kami bidan desa sudah terpenuhi semua, sudah satu desa satu bidan," ujarnya.

Kades Batakan Asrani mengatakan memang tiga bulan lalu bidan desa Batakan pulang ke Jawa dan meninggalkan Desa Batakan, namun bidan desa digantikan dengan didatangkan bidan dari Desa Tanjung Dewa, Kecamatan Penyipatan.

"Sekarang sudah ada bidan desanya yang kita usulkan," sebutnya.

Pihaknya, ujar Arsani, terpaksa mengusulkan bidan desa tambahan lantaran Desa Batakan memiliki jumlah penduduk terbanyak di antara sepuluh desa di Kecamatan Panyipatan.

"Ada sekitar 6.000 penduduk jadi perlu bidan desa khusus seperti bidan yang pergi ke Jawa itu," ujarnya.

Ia berharap dengan adanya bidan desa tambahan maka pelayanan kesehatan di desanya bisa benar-benar terpenuhi.

Banjarmasinpost.co.id/rii

Penulis: Milna Sari
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved