Berita Nasional

Kebingungan Direksi TVRI Soal Pemberhentian Helmy Yahya Diungkap, Hanya Karena Faktor Liga Inggris

Terungkap pemberhentian Helmy Yahya hanya karena satu persoalan yakni penyiaran Liga Inggris.

Kebingungan Direksi TVRI Soal Pemberhentian Helmy Yahya Diungkap, Hanya Karena Faktor Liga Inggris
Instagram @helmyyahya
Helmy Yahya diberhentikan dari Direktur Utama LPP TVRI 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA -  Pemberhentian Helmi Yahya dari Direktur Utama TVRI oleh Dewan Pengawas TVRI rupanya membuat Direktur Program dan Berita TVRI Apni Jaya Putra bingung.

Penyebabnya, karena alasan pemberhentian Helmy Yahya hanya karena satu persoalan yakni penyiaran Liga Inggris.

Kebingungannya itu diungkapkan Apni saat rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR, Jakarta, Senin (27/1/2020).

Apni menjelaskan, pada Surat Pemberitahuan Rencana Pemberhentian (SPRP) Helmy dari Direktur Utama TVRI, tidak ada mempersoalkan penyiaran Liga Inggris pada televisi pemerintahan.

"Karena itu dalam surat pembelaan Dirut TVRI tidak disampaikan mengenai Liga Inggris. Tapi pada surat pemberhentian justru muncul soal Liga Inggris dengan kalimat saudara Helmy tidak menjawab atau memberi penjelasan soal pembelian program berbiaya besar antara lain Liga Inggris dan tertib anggaran," tutur Apni.

Perasaan Mahasiswa Asal Balangan Saat Virus Corona Mewabah, Syifa Bersyukur Tak Sedang di China 

Test SKD Kota Banjarmasin Dipusatkan di Banjarbaru, Dijadwalkan 6 dan 7 Februari 2020

Kehidupan Teddy & Lina Sebenarnya Dibongkar Tetangga, Lepas dari Sule, Ibu Rizky Febian Jadi Begini

Video Ibu Raffi Ahmad, Mama Amy Tepergok Tak Berhijab Saat Ashanty Kunjungi Bayi Syahnaz Disorot

Menurutnya, terkait pembelian penyiaran Liga Inggris telah dibicarakan secara bersama, dimana pada 17 Juli 2019 dewan pengawas mengundang direksi untuk membicarakan hal tersebut.

"Pada 18 Juli 2019, dewan pengawas mengeluarkan surat berisi arahan mengenai Liga Inggris," ujar Apni sembari menunjukkan kehadiran dewan pengawas TVRI pada konferensi pers Liga Inggris ditayangkan oleh TVRI.

Apni menyampaikan, perjanjian penyiaran Liga Inggris oleh TVRI selama tiga tahun, tapi bukan perjanjian multiyears dan pembayarannya dilakukan kontrak per tahun dengan harga satu musim senilai 3 juta dolar AS.

"Televisi yang menayangkan Liga Inggris memberikan kepercayaan luar biasa pengiklan kepada TVRI, terbukti dengan masuknya program lain seperti timnas kualifikasi piala dunia, Liga 1 putri, Garuda Muda yang sedang dilatih di Eropa yang memiliki nilai penjualan," tuturnya.

"Di tahun 2020 TVTI mendapatkan kepercayaan menayangkan Indonesian Basket League, pelaksana produksi dan penayangan Badminton Indonesia," sambung Apni.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved