Berita Banjarmasin

Perang Dagang AS-Cina, Permintaan Lampit Rotan Kalimantan Selatan Menurun

Bisnis Bukalapak di Kalimantan Selatan masih cukup menjanjikan, walau pun tidak serame sebelum-sebelumnya. Pengiriman barang hasil buah tangan

Tayang:
Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Alpri Widianjono
FOTO FAJERI HIDAYAT UNTUK BPOST
Lampit 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Bisnis Bukalapak di Kalimantan Selatan masih cukup menjanjikan, walau pun tidak serame sebelum-sebelumnya.

Pengiriman barang hasil buah tangan anak Banua masih berjalan baik ke Jawa hingga luar negeri.

"Sampai sekarang orang Jepang dan Korea memesan lampit rotan, tapi tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya," papar Fajeri Hidayat yang berbisnis melalui Bukalapak Banjarmasin, Selasa (28/1/2020).

Menurutnya, menurunnya permintaan lampit rotan bisa jadi karena pengaruh perang dagang Amerika dan Cina berdampak terhadap ekonomi global.

Selain itu, kata Fajeri, dampak bagi yang berjualan produk impor, karena pajak mulai dari USD 3 dulu, USD 75.

Ditambahkannya, lampit rotan yang dikirim ke Jepang dan Korea itu mulai Rp 39,000 sampai Rp 2,5 juta, tergantung jenis bahan dan ukuran.

Biasanya mengambil barang dibeberapa wilayah Kalselteng.

Pencegahan Gangguan dengan Perbaikan Kabel Penghubung Gardu Induk Seberang Barito

Dukung Potensi Skater Se-Kalimantan, PLN Kalselteng Gelar PLN Skateboard Competition 2020

VIRAL di Medsos, Driver Ojol Perempuan Dihina Anjing, Dilempar Susu Kemasan & Dipukuli Pegawai Kedai

Warga Gunung Tinggi Tanah Bumbu Kalimantan Selatan Bisa Daftar Jadi Pelanggan PDAM

Borok Rizky Febian Dibongkar Teddy Suami Lina, Putra Sule Itu Disebut Lakukan Ini pada Ibunya

"Pengiriman barang tidak menentu, bisa setahun dua kali atau tiga kali untuk yang jumlah besar," tandas dosen Asmi Citra Nusantara Banjarmasin ini.

Sementara untuk jualan produk asli Kalimantan masih diminati pembeli lokal, amplang, teh gunung satria, indomie Soto Banjar limau kuit, produk herbal pasak bumi, akar kuning, akar Bajakah dan lain-lain.

Amplang, kata dia, bisa saja sampai 50 kotak per bulan, sedangkan pasak bumi bisa sampai 100 pcs per bulan.

"Pemesan itu lebih banyak perorangan daripada reseller, seedangkan kalau Bukalapak masih wilayah Indonesia paling banyak di Jabodetabek," tegas pembina Bukalapak Banjarmasin ini. (Banjarmasin post.co.id/Syaiful Anwar)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved