Berita Kabupaten Banjar

Tak Mau Ambil Risiko, Helikopter Pilih Tak Melintasi Bukit Pahiyangan, Benarkah karena ini?

Kecamatan Aranio punya banyak objek wisata, jadi spot wisata menarik untuk dipotret, diantaranya diabadikan melalui foto drone.

Penulis: Nia Kurniawan | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
. Suasana alam dinikmati dengan berkemah di Bukit Kapayang di kawasan Bukit Pahiyangan hutannya lebat banyak lembah, terbangkan drone harus hati-hati. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kecamatan Aranio punya banyak objek wisata, jadi spot wisata menarik untuk dipotret, diantaranya diabadikan melalui foto drone.

Namun diantaranya ada kawasan yang rawan untuk penerbangan drone.

Bahkan helikopter pun pilih berputar tak ambil risiko melintasi.

Bukit Pahiyangan terletak di batas antara Desa Rantaubujur dan Desa Rantaubalai, Kecamatan Aranio.

Menurut informasi yang didapat, Gunung Pahiyangan ini berbentuk segi delapan sehingga jika dilihat dari sisi manapun bentuknya akan sama.

Puncaknya yang datar menambah eksotika gunung yang hingga kini dijuluki table mountain ini.

Lewat Jennifer Dunn, Faisal Harris Buka Suara Soal Utang yang Bikin Sarita Abdul Mukti Jual Rumah

Raja Baru Muncul, King of The King Punya Harta Rp 60.000 T & Siap Lantik Presiden Saingan Jokowi

Video Gisella Anastasia Pakai Daster Bikin Salfok, Mantan Gading Marten Itu Jadi Sorotan

Gunung ini memiliki beberapa mandin (air terjun) dan telaga.

Kabarnya Telaga Pahiyangan memiliki luas sekitar satu hektare.

Bukit ini menyimpan legenda, cerita rakyat yang menyebutkan pertapaan naga berkepala delapan yang membuat bukit ini berbentuk delapan.

Zainudin warga asli Rantaubujur mengatakan Dulu kala gunung itu pecah, terpecah secara alami.

Kemudian di bagian tertentu pecahan membendung aliran sungai, hingga air menumpuk dan terbentuk telaga.

Lebihan air yang mengalir jadi telaga yang terbentuk alami, bukan karena faktor campur tangan manusia.

"Tapi kami warga desa melihat helikopter itu pasti berputar tidak bisa melewati kawasan Bukit Pahiyangan. Dipercaya ada kekuatan yang bisa menariknya, jadi heli itu pilih memutar kawasan bukit pahiyangan," kata Zainudin.

Selain untuk penerbangan, kawasan Bukit Pahiyangan juga jadi perhatian untuk para penerbang drone, karena rawan.

"Di gunung pahiyangan itu hutannya lebat dan penuh dengan bebatuan cadas. Mungkin di daerah itu terdapat turbulensi yang tinggi yang disebabkan oleh angin kencang," ucap Didi Junaidi, pehobi Drone Banua.

Ia mengatakan kawasan lembah juga rawan karena turbulensi efek pusaran angin rentan menjatuhkan Drone.

"Bukit pahiyangan lumayan tingginya sekitar 420 altitut ground level. Bahkan tiga bulan terakhir di kawasan Tahura sudah ada tiga drone yang gugur akibat efek turbulensi. Rata-rata yang gugur jenis Drone phantom karena punya bodi besar rentan terbawa angin," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved