Berita Banjarbaru

Tertangkap Polisi Terlibat Aksi Balap Liar, Para Pembalap Ini Baru Bisa Tiga Bulan Ambil Motor

Pemilik sedikitnya 133 motor yang terjaring diduga balap liar di pada Jum'at 17 Januari 2020 baru bisa mengambil motornya tiga bulan ke depan.

Tertangkap Polisi Terlibat Aksi Balap Liar, Para Pembalap Ini Baru Bisa Tiga Bulan Ambil Motor
Capture Youtube BPost
Aksi balap liar diamankan petugas Satlantas Polres Banjarbaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kepolisian Satuan Lalulintas memberikan efek era kepada pelaku yang terindikasi balap liar. Mereka dierikan tiang lebih lama yakni sekitar tiga bulan.

Otomatis, pemilik sedikitnya 133 motor yang terjaring diduga balap liar di pada Jum'at 17 Januari 2020 di sekitar perkantoran Setda Provinsi Kalsel baru bisa mengambil motornya tiga bulan ke depan.

"Ya, kami lakukan penilangan dan kita kita amankan kendaraannya lebih lama. Ini guna memberikan efek era. Durasi ya minimal tiga bulan kedepan baru bisa diambil kendaraanya," tandas Kasat Lantas Polres Banjarbaru, AKP Gustaf Adolf, Rabu (29/1/2020).

Kendaraan sebenyak itu, sambung Gustaf Adolf adalah hasil razia yang dilakukan tim patroli unit kecil lengkap jajaran Polres Banjarbaru.

Simak Ini Jadwal Tes CPNS di Kapuas, Dilakukan Secara Mandiri, BKPSDM Siapkan 60 Komputer

Rumah Banjar Lengang, Rupanya Anggota DPRD Kalimantan Selatan Sedang Lakukan Ini

Asal Virus Corona Terungkap, Peneliti China Sebut Dari Tempat Ini

Borok Rizky Febian Dibongkar Teddy Suami Lina, Putra Sule Itu Disebut Lakukan Ini pada Ibunya

Dimana kala itu berhasil mengamankan sebanyak 152 orang laki-laki dan 13 orang perempuan, yang kebanyakan merupakan pelajar dibawah umur.

Kata AKP Gustaf Adolf, untuk yang menonton aksi balapan liar tetap akan diberikan sanksi tilang lebih lama dibandingkan tilang biasanya.

"Namun untuk menonton tidak terindikasi balap liar, tidak selama yang memang balap liar. Karena bahasa menonton itu kalau tidak ada penonton tidak ada balapan liar," tegasnya.

Kasatlantas Polres Banjarbaru AKP Gustaf Adolf
Kasatlantas Polres Banjarbaru AKP Gustaf Adolf (istimewa)

Gustaf Adolf menyebutkan, jika para pembalap liar tidak diberikan sanksi maka mereka tidak ada efek jera.

Sedangkan yang sekedar lewat saja dan ikut terjaring waktu razia mungkin akan lebih dipermudah pengurusan tilang.

"Mereka yang terjaring, sesuai data sebagian ada yang memiliki SIM lengkap dan tidak, namun kita lebih melihat dari sisi kendaraannya. Apakah terindikasi balap liar atau tidak, seperti knalpot motor blong (racing), roda dan bagian lainnya sudah dimodifikasi menjadi motor racing," runutnya.

Syahrini Pisah Ranjang dengan Reino Barack Saat Liburan, Video Ini Ungkap Fakta Sebenarnya

Dendam Mayangsari & Keinginannya Membunuh Diungkap ke Igun cs, Istri Bambang Trihatmodjo Ternyata?

Satpol PP Tertibkan PKL di Trotoar Jembatan Andi Tajang di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalsel

AKP Gustaf Adolf menambahkan, motor yang tidak sesuai standar sangat membahayakan bagi diri sendiri maupun orang lain. Bahkan sempat ada insiden kecelakaan disana, masyarakat umum yang lewat tertabrak pembalap liar.

"Sekarang dari pantauan kami sudah sangat sepi balap liar, pengawasan tetap kami lakukan. Semua ini kita laksanakan berkat laporan masyarakat dari aplikasi SiHarat milik Polres Banjarbaru," urainya.

(banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved