Breaking News:

Berita Banjarmasin

Guru Honor di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Minta Kebijakan Khusus Soal PPPK

Forum guru honor Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, meminta kebijakan khusus terkait rencana pemerintah pusat soal penghapusan

BANJARMASINPOST.CO.ID/EDI NUGROHO
Ratusan guru honor dari berbagai dinas menggelar demo di kantor DPRD Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (25/9/18) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Forum guru honor Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, meminta kebijakan khusus terkait rencana pemerintah pusat soal penghapusan status tenaga honorer di instansi pemerintah yang berlangsung hingga 2023.

“Kami meminta kebijakan khusus terkait rencana penghapusan guru honor sampai 2023,” kata Ali Wardana, Ketua Guru Honor se-Kota Banjarmasin, Kamis (30/1/20).

Menurut Ali, sampai saat ini belum ada regulasi yang jelas dari pemerintah pusat soal rencana penhapusan tenaga honor dan digantikan menjadi menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Diharapkan, jika memang terealasi penhapusan tenaga guru honor, maka diharapkan tenaga guru honor dengan masa kerja 10 tahun ke atas dan berumur 35 tahun itu menjadi prioritas untuk diangkat menjadi PPPK.

ALHAMDULILLAH Ongkos Naik Haji (ONH) 2020 Tak Naik, BPIH Tetap Rp 35.235.602, Fraksi DPR Setuju

Curhatan Prabowo Subianto Tentang Jokowi Diungkap Luhut Binsar Panjaitan, Ternyata Dia Sangat Ini

Pesan Teddy Pada Rizky Febian & Putri Delina Terkait Adanya Lebam di Tubuh Mantan Istri Sule, Lina

“Iyakan, cukup banyak tenaga guru honor di atas 10 tahun dan berumur 35 tahun. Nah, seharusnya merekalah yang mendapatkan prioritas diangkat,” katanya.

Menurut Ali, penggajian tenaga guru PPPK sebaiknya itu berasal dari dana APBN. Jika penggajiannya berasal dari dana APBD, tentu daerah tak akan sanggup karena mereka digaji seperti layaknya CPNS.

“Saat ini di Banjarmasin itu ada sebanyak 1.994 tenaga guru honor baik SDN dan SMP serta tenaga kependidikan. Dan sampai saat ini tak ada satu pun dari ribuan guru honor itu yang menjadi PPPK,” katanya.

Dijelaskannya, pada 2018 silam ada sebanyak 107 tenaga guru yang lulus seleksi CPNS dan diangkat menjadi CPNS pada 2019. Sampai saat inui belum ada rencana kebijakan yang lebih jelas soal rencana penghapusan guru honor dan digantikan menjadi PPPK. (Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved