Breaking News:

Berita HSS

Ikan Haruan Langka dan Mahal, Penjual Ketupat Beralih ke Ikan Toman

LANGKANYA jenis haruan selama musim hujan, di pasar Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, serta harganya yang cukup melambung, dikisaran

Penulis: Hanani | Editor: Eka Dinayanti
istimewa
Nelayan sedang menangkap ikan di Danau Bangkau, Kecamatan Kandangan, Hulu Sungai Selatan. Dana Bangkau merupakan salah satu lumbung ikan di HSS 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - LANGKANYA jenis haruan selama musim hujan, di pasar Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, serta harganya yang cukup melambung, dikisaran Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu per kilogram, membuat sejumlah pemilik warung ketupat terdampak.

Mereka tak bisa menyajikan ketupat dengan ikan yang digemari masyarakat Kalsel tersebut.

Pemilik warung mengakui lebih dari satu bulan, sejak haruan sulit didapat di pasar dan harganya mahal, beralih ke ikan toman.

Ikan toman sendiri, secara fisik mirip haruan, namun dagingnya tak selembut haruan.

“Terpaksa diganti toman. Itupun harga toman juga mahal, Rp 70 ribu per kilogram,” ungkap pemilik warung Ketupat Mama Bading, di simpang empat Muara Banta Kandangan.

Ikan Haruan Langka, Dinas Perikanan Awasi Penjualan ini, Berupaya Lakukan Kajian Budidaya

Viral Penyanyi Dangdut Berani Buka Baju dan Bra Saat Manggung, Rekaman Video Beredar di WhatsApp

Dendam Mayangsari & Keinginannya Membunuh Diungkap ke Igun cs, Istri Bambang Trihatmodjo Ternyata?

Jika tetap menggunakan haruan, kata pemilik warung ketupat tadi, dia khawatir ditinggalkan pelanggan, karena potongan ikannya sangat kecil.

“Jadi lebih baik ganti jenis ikannya, tapi tetap dengan ukuran ikan yang standar untuk satu porsi ketupat,” ungkapnya.

Tak hanya warung ketupat yang mengganti haruan dengan ikan toman, pemilik warung nasi pun, yang biasa menyajikan nasi kuning dan lontong terpaksa mengganti lauk haruan tersebut.

“Kalau dipikir-pikir, sekarang lebih murah ayam. Jadi ganti ayam, atau telur. Kalau haruan diganti toman, meskipun harga toman juga mahal. Masih mending ketimbang haruan yang lebih mahal,” ungkap pemilik warung nasi di kawasan Parincahan.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved