Berita Regional

Siswi SD ini Menangis, Susah Payah Juara Lari Maraton 21 Km, Ternyata Tak Dapat Hadiah dari Panitia

Siswi SD ini Menangis, Susah Payah Jadi Juara Pertama Lomba Lari Maraton 21 Km, Ternyata Tak Dapat Hadiah dari Panitia

Siswi SD ini Menangis, Susah Payah Juara Lari Maraton 21 Km, Ternyata Tak Dapat Hadiah dari Panitia
www.antaranews.com via kompas.com
Asmarani Dongku, siswi SD dari Desa Pandiri, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, peraih juara I lari 21 kilometer.   

BANJARMASINPOST.CO.ID, POSO - Siswi SD ini Menangis, Susah Payah Jadi Juara Pertama Lomba Lari Maraton 21 Km, Ternyata Tak Dapat Hadiah dari Panitia.

Ya, siapa pun pasti kesal jika mengalami hal seperi pada Asmarani Dongku, siswi SD pemenang lomba lari marathon 21 km, tapi malah tak menerima hadiah.

Padahal, siswi Kelas VI SD Desa Pandiri, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah ini meraih juara 1, namun tak dapat hadiahm trnt jsaja dia menangis.

Perjuangan Asmarani dnegan susah payahdan menjadi juara lomba marathon malah dapart ganjaran tidak dapat hadiah.
Lantas, bagaimanakah kisahnya hingga alami nasib demikian?

Curhatan Prabowo Subianto Tentang Jokowi Diungkap Luhut Binsar Panjaitan, Ternyata Dia Sangat Ini

Jokowi Sindir Suami Puput Nastiti Devi, Ahok BTP Saat Imlek, Putri Veronica Tan Pamer Senyum

ALHAMDULILLAH Ongkos Naik Haji (ONH) 2020 Tak Naik, BPIH Tetap Rp 35.235.602, Fraksi DPR Setuju

Pesan Teddy Pada Rizky Febian & Putri Delina Terkait Adanya Lebam di Tubuh Mantan Istri Sule, Lina

Lomba itu digelar Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Poso dalam rangka syukuran pekerjaan peningkatan jalan Kelurahan Lawanga-Toyado, 25 Januari 2020.

Lomba lari 21 kilometer itu diikuti 40 peserta.

Lari itu start dari kantor Bupati Poso dan finish di Desa Toyado, Kecamatan Lage.

"Saya menangis, capek dan tidak ada hadiahnya. Nanti di finish baru dibilang tidak ada hadiahnya. Kalau saya tahu tidak ada hadiahnya, saya tidak akan ikut Pak," kata Asmarani, di Poso, Selasa (28/1/2020), seperti ditulis Antara.

Asmarani merupakan keluarga pelari yang hidup sederhana. Ia tertarik ikut lomba tersebut karena ajakan tetangganya.
Dia mengatakan, pengalamannya mengikuti lomba lari, selalu ada hadiah berupa uang tunai mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3 juta untuk juara I.

Kepala Dinas PU Sulteng Saifullah Djafar mengatakan, lomba lari itu tidak memiliki hadiah.

Halaman
1234
Editor: Royan Naimi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved