Kalselpedia

KalselPedia : Jembatan Kayu Tangi Ujung Kalsel, Bakal Jadi Jembatan Terunik di Indonesia

Jembatan Kayu Tangi Ujung atau Jembatan Sungai Alalak bakal menjadi jembatan terunik di Indonesia. Jembatan ini dibangun dengan konsep cable stayed

istimewa/Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin
Jembatan Kayu Tangi Ujung 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Siapa tak kenal dengan Jembatan Kayu Tangi Ujung atau Jembatan Sungai Alalak.  Jembatan yang merupakan aset jalan nasional ini, dikenal dengan kemacatennya karena badan jembatan terlalu sempit.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Wilayah XI pun bertekad merubah jembatan tersebut menjadi lebih layak dan representatif.

Untuk pembebasan lahan untuk mendukug pembangunan jembatan ini dibantu oleh Pemkab Batola dan Pemko Banjarmasin.

Jembatan Sungai Alalak yang menghubungkan Kota Banjarmasin ke Kabupaten Batola diperkirakan akan menjadi salah satu jembatan terunik di Indonesia.

Jadi Magnet, Pasar Kaget Diserbu Konsumen, Setiap Minggu Pagi Selalu Ramai

KaltengPedia : Profil Taman Pasuk Kemaloh Palangkaraya, Maknanya Gadis Cantik Membawa Bakul

Rumah Adat Banjar di Tarangan Balangan, Kenalkan Budaya dan Sering Jadi Lokasi Syuting 

Jembatan ini dibangun dengan konsep cable stayed atau jembatan gantung dibangun empat jalur. Rinciannya, dua untuk arah dalam kota dan dua menuju luar kota dengan lebar 20 meter.

Panjang proyek jembatan satu kilometer. Terdiri dari 300 meter untuk badan jembatan, Peningkatan Jembatan Alalak ini diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp 290 miliar dengan pengerjaan secara multiyears dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sejak 2018 hingga akhir 2020.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Wilayah XI menargetkan setiap tahun anggaran bisa menyerap 100 persen dana untuk pembangunan Jembatan Sungai Alalak, Kayu Tangi Ujung penghubung Banjarmasin dan Kabupaten Batola yang diharapkan selesai pada Desember 2020.

Kontrak kerja pembangunan jembatan Kayu Tangi Ujung itu selesai pada Maret 2021. Namun Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Wilayah XI mencoba berusaha bisa menyelesaikan pembangunan jembatan ini pada Desember 2020.

Pada November 2018 dana terpakai 100 persen sesuai target fisik yakni dengan dana sekitar Rp20 miliar untuk uang muka pengadaan tiang pancang dan pada 2019 ini alokasi dana sekitar Rp 137miliar.

Desain jembatan kayu tangi ujung.
Desain jembatan kayu tangi ujung. (istimewa/Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin)

Untuk diketahui,Pemkab Batola akhirnya telah merampungkan pembebasan delapan persil atau bangunan di sekitar Jembatan Sungai Alalak, di Kayu Tangi Ujung sebuah jembatan penghubung Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Batola Kamis (23/8/18) silam.

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved