KalselPedia

KalselPedia : Profil Ponpes Ibnu Mas’ud Puteri HSS, Dibangun Atas Aspirasi Masyarakat HSS

Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnu Mas’ud Puteri , berlokasi di Jalan Sudirman Kilometer 9 , Desa Hariti Kecamatan Sungai Raya

KalselPedia : Profil Ponpes Ibnu Mas’ud Puteri HSS, Dibangun Atas Aspirasi Masyarakat HSS
istimewa
Gerbang masuk Ponpes Ibnu Masud Putri di Jalan Sudirman, Kilometer 9 Desa Hariti, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANNGAN - Pondok Pesantren (Ponpes)  Ibnu Mas’ud Puteri , berlokasi di  Jalan Sudirman Kilometer 9 , Desa Hariti Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Dibangun pada 4 September 1994 di Kecamatan Sungai Raya.

Adapun pengurus Yayasan, dipimpin KH Muhammad Syahrani  dengan anggota pengurus KH Ibrahim Assyabiri, KH Zainal Arifin LC, serta Hj Siti Aisyah.

 KH Syahrani meninggal pada Jumat 25 Juni 2010, hingga pihak Yayasan menunjuk KH Rahmadianor sebagai penggantinya. Berdiri di atas lahan seluas lima hektare, peletakan batu pertama ponpes ini oleh Hj Latifah Said, istri Gubernur Kalsel saat itu.

Ponpes ini mengemban misi membekali santriwatinya ilmu agama dan akhlak mulia, melalui pendidikan perpaduan salaf dan umum dengan sistem asrama. Ada sejumlah kegiatan ekstra kurikuler.

Sisihkan Rp 10 Ribu dari Membecak, Syamsudin Lalu Beli Bibit dan Menanamnya

Hadiri Haul ke-21 Pendiri Ponpes Al Muradiyah Pandak Daun, Bupati HSS  Siap Bangun Ruang Belajar

KalselPedia : Jembatan Kayu Tangi Ujung Kalsel, Bakal Jadi Jembatan Terunik di Indonesia

 Kegiatan tersebut meliputi, Muhadharah, yaitu pengajian ALquran, pidato bahasa arab dan Inggris, ceramah bahasa Indonesia, serta MC Bahasa Arab dan Inggris. Sedangkan kegiatan Olahraga meliputi pencak silat, taekwondo, senam bulutangkis, tenis meja, basked dan voli.

Selanjutnya Kesenian, dan keterampilan, meliputi Pembacaan syair Maulid, Tilawah, Rentak dan Rudat, rebana, drumband, pramuka, kaligrafi, kerajinan tangan dan tari tradisional.

 Santri diberikebebasan memilih  sesuai minat dan bakatnya. Selain itu, para santri memiliki wadah organisasi siswa, yaitu Oswati, atau Organisasi Santriwati, yang sama dengan Osis di lingkungan sekolah umum. Karena ponpes tersebut khusus puteri, semuanya perempuan. Khusus untuk Ponpes IM Puteri, total jumlah santriwatinya ada 250 orang.

 Sejak awal berdiri, ponpes ini mengembangkan konsep pendidikan terpadu. Memadukan kurikulum pesantren salaf dan pesantren moden.

Artinya, menyelenggarakan pendidikan ponpes enam tahun setara SMP dan SMA dibawah naungan Kementerian Agama. Disamping itu, menyelenggarakan pendidikan menengah umum, yaitu SMP IM dan SMA IM, di bawah DInas Pendidikan Hulu Sungai Selatan.

 Khusus kurikulum pesantren, materi pelajarannya antara lain, Fikih, Tauhid, Tasawuf, Tafsir, Hadits, Alquran, Tajwid. Kewajiban bagi yang kelas VI wajib hapal zuj Ama, atau juz 30.

Sedangkan untuk sekolah umumnya, memakai standar pelajaran sekolah umum pula. Karena ponpes ini dikelola swasta, siswa dipungut biaya Rp 400 ribu per bulan, dengan rincian Rp 220 ribu buat biaya makan 3 kali sehari, sisanya untuk kepentingan administrasi dan SPP.

Kalselpedia: Desa Danda Jaya, Rantau Bedauh Batola, Penghasil Janda Terbanyak di Kalimantan

Kalselpedia: Makam Sultan Suriansyah dan Sumur yang Tak Pernah Mengering di Kuin Utara

 Sedangkan untuk tenaga pengajar, ada 60 orang terdiri ustadz/ustadzah. Sebagian adalah  alumni yang bersedia mengabdi di pondok. Namun, untuk sekolah umum, ada guru PNS yang ditempatkan Dinas Pendidikan.

Keuanggulan Ponpes Ibnu Masud Putri adalah semua siswa menguasai dua bahasa, yaitu Arab dan Inggris. Dalam satu bulan, satu minggu santri wajib menggunakan Bahasa Arab saat berinteraksi, baik dengan temannya maupun ustadz/ustadzah.  (banjarmasinpost.co.id/hanani )

 

Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved