Berita Internasional

Pendukungnya Pesta Pora Sementara Anti-Brexit Protes Setelah Inggris ke Luar dari Uni Eropa

Pendukung Pesta Pora Sementara Anti-Brexit Protes Setelah Inggris ke Luar dari Uni Eropa

Pendukungnya Pesta Pora Sementara Anti-Brexit Protes Setelah Inggris ke Luar dari Uni Eropa
AFP 2018/Shaun Curry
Ratusan personel keamanan Inggris disiagakan untuk mengantisipasi jika terjadi Brexit no-deal. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, LONDON - Pendukung Pesta Pora Sementara Anti-Brexit Protes Setelah Inggris ke Luar dari Uni Eropa

Inggris secara resmi meninggalkan Uni Eropa setelah menjadi anggota blok ekonomi itu selama 47 tahun dan lebih dari tiga tahun seusai rakyatnya memilih hengkang melalui sebuah referendum.

Peristiwa bersejarah yang terjadi pada pukul 23.00 GMT atau 06.00 WIB, Sabtu (1/2/2020), ditandai oleh perayaan dari kaum pendukung Brexit (British Exit) maupun protes dari kalangan anti-Brexit.

"Kami sekarang akan menentukan nasib kami sendiri tanpa perlu ada yang mengatakan apa yang harus kami lakukan," ujar seorang ibu yang tengah berdiri di depan patung perdana menteri Inggris periode 1940-1945, Winston Churchill.

Punya Rp 60.000 T & Suruh Prabowo Beli 3 Ribu Pesawat Tempur, Raja King of The King Ternyata Miskin

VIRAL Pedangdut Cantik Lepas Bra Saat Goyang di Panggung, Si Candoleng-doleng Nekat karena Disawer

VIRAL Milyader Dilamar 27 Ribu Wanita Gara-gara Sayembara saat Cari Jodoh, Kewalahan Lalu Batalkan

Tanam Pohon di Hutan Kota Banjarmasin, Pahlawan Lingkungan Ini Bersusahpayah dengan Kondisi Alam

Pengamat politik Inggris, Jason Marc menegaskan, dengan kemenangan Brexit pemerintah Inggris mempunyai kekuasaan penuh untuk menentukan nasib rakyat Inggris yang telah memilih untuk ke luar dari Uni Eropa.

Di Skotlandia, yang mayoritas warganya memilih bertahan di Uni Eropa (UE), sejumlah acara penyalaan lilin digelar.

Adapun kaum penyokong Brexit berpesta di lapangan Parlemen di London.

Perdana Menteri Boris Johnson berikrar akan menyatukan dan membawa negerinya lebih maju.

Dalam pesan yang dirilis melalui media sosial satu jam sebelum Inggris secara resmi ke luar dari UE, sang perdana menteri menulis, "Bagi banyak orang ini adalah momen harapan yang menakjubkan, momen yang mereka pikir tidak akan terjadi.

Setidaknya enam menteri senior Inggris pro-Eropa mengirimkan sinyal akan mengundurkan diri jika Brexit masih mengalami 'kebuntuan'.
Setidaknya enam menteri senior Inggris pro-Eropa mengirimkan sinyal akan mengundurkan diri jika Brexit masih mengalami 'kebuntuan'. (Sputnik News)

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved