Berita Kalteng

Polwan Polres Kapuas Kalimantan Tengah Dilatih sebagai Tim Negosiator

Polwan Polres Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), mengikuti latihan gabungan peningkatan kemampuan Pengendalian Massa (Dalmas).

Polwan Polres Kapuas Kalimantan Tengah Dilatih sebagai Tim Negosiator
FOTO DARI POLRES KAPUAS UNTUK BPOST GROUP
Polwan Polres Kapuas dilatih sebagai tim negosiator saat latihan gabungan peningkatan kemampuan Pengendalian Massa (Dalmas). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Polwan Polres Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), mengikuti latihan gabungan peningkatan kemampuan Pengendalian Massa (Dalmas).

Hal itu sebagai upaya peningkatan kemampuan anggota dalam penanganan unjuk rasa, khususnya personel Polwan sebagai Tim Negosiator.

Pada kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Polwan Polres Kapuas dilatih sedemikian rupa untuk bisa menjadi tim negosiator yang handal dalam menghadapi massa.

Kapolres Kapuas, AKBP Esa Estu Utama, melalui Kasubbaghumas, AKP Puji Widodo, Minggu (2/2/2020), mengatakan, para Polwan diharapkan mampu mengajak  para pengunjuk rasa dengan cara yang humanis.

"Sehingga, dapat menghindari tindakan anarkis para pengunjuk rasa maupun peningkatan ekskalasi massa," katanya.

Sekolah Mulai Persiapkan Try Out, 2020 Jadi UNBK terakhir

Serunya Wisata Bakalotok Desa Sungai Rukam 2 Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan

KUA Pulau Petak Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah Bantu Sosialisasi Resiko Pernikahan Dini

Gelar Pertemuan dengan Toga dan Tomas di Kalsel, Kapolda Irjen Yazid Sampaikan Permintaan Ini

Curhat Inul Daratista Singgung Gaji Suami, Sahabat Ayu Ting Ting Bicara Perhitungan

Punya Rp 60.000 T & Suruh Prabowo Beli 3 Ribu Pesawat Tempur, Raja King of The King Ternyata Miskin

Dilanjutkannya, pelatihan ini juga sebagai bentuk kesiap-siagaan Personel Polwan Polres Kapuas sebagai Tim Negosiator.

"Bila sewaktu-waktu terjadi unjuk rasa di wilayah hukum Polres Kapuas yang membutuhkan kehadiran Polwan," ujarnya.

Pemberdayaan Polwan sebagai pelaksana negosiasi akan terasa pengaruhnya.

"Keberadaan negosiator akan dapat diterima oleh massa pengunjuk rasa sehingga akan dicapai "win-win solution" yang merupakan keberhasilan dari negosiator," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Fadly SR)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved