Sejarah Hutan Kota Banjarbaru

Sisihkan Rp 10 Ribu dari Membecak, Syamsudin Lalu Beli Bibit dan Menanamnya

Aktif di dalam hal penghijauan, rupanya ada kebiasaan menginspirasi yang dilakukan Muhammad Syamsudin (50) selama ini.

banjarmasinpost.co.id/ahmad rizky abdul gani
Pohon penghijauan yang ditanam oleh Syamsudin dibeli bibitnya dari uang hasil membecak. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Aktif di dalam hal penghijauan, rupanya ada kebiasaan menginspirasi yang dilakukan Muhammad Syamsudin (50) selama ini.

Meski tidak pernah sedikit pun meminta bayaran atau imbalan atas semua pohon yang telah ditanamnya, semua itu bisa dilakukan karena kebiasaan ini.

Syamsudin yang bekerja sebagai penarik becak, ternyata memiliki cara unik untuk menyediakan bibit pohon dari dulu sampai sekarang.

Kebiasaan itu yakni ia selalu menyisihkan uang hasil bekerjanya sebesar Rp 10 ribu. Uang yang ia kumpulkan itu kemudian dibelikan bibit dan ditanam pada sebuah polibek.

Kemunculan Fifi Lety Bareng Ahok dan Anak Veronica Tan Pasca BTP Nikahi Puput Nastiti Devi, Akur?

 Ada Delapan Jenis Pohon di Hutan Kota Banjarmasin, Pagi Sore Syamsudin Dibantu Anak Menyiramnya

Biaya Program Hamil Zaskia Sungkar Disoroti Irwansyah, Kakak Shireen Sungkar Ungkap Pilih Amsterdam

Tindakan Teddy Setelah Hasil Autopsi Lina Diumumkan, Lakukan Ini pada Putra Sule, Rizky Febian

Via Vallen Ditangkap Satpol PP Gegara Lakukan Ini, Masa Kelam Rival Nella Kharisma Dibeberkan

Memakai sebidang lahan yang merupakan hasil meminjam dengan orang lain, bibit-bibit pohon itu kemudian ia rawat hingga siap tanam.

" Nah, ketika sudah siap tanam saya biasanya mencari lokasi dulu untuk menanamkannya. Tapi sebelum itu juga tidak lupa saya meminta izin kepada pemerintah setempat atau pemilik lahan," jelasnya.

Disinggung daerah-daerah mana saja yang pernah menjadi sasaran penanamannya, Syamsudin menyebutkan tidak hanya di Banjarmasin, melainkan juga sampai Banjarbaru, Pelaihari hingga Tahura Mandiangin sekalipun.

" Paling banyak itu di Mandiangin, karena lebih dari 35 ribu pohon kami tanam di sana. Sedangkan di kota Banjarmasin di sepanjang pinggir jalan kota, sedangkan salah satunya di Hutan Kota Korem," jelasnya.

Syamsudin juga tidak menampik, sebelumnya memang sempat menemui orang yang mengkritik kegiatannya.

Pasalnya, ia yang terkesan rela menghambur-hamburkan uang hanya untuk membeli dan menanam pohon, dianggap tidak jauh lebih baik dari pada memberikannya ke anak yatim.

Ada delapan pohon di hutan kota Banjarmasin yakni Glodokan Biasa, Glodokan Piang, Mahoni, Trambesi, Sonokeling, Gamal, Flamboyan, dan Ketapang.
Ada delapan pohon di hutan kota Banjarmasin yakni Glodokan Biasa, Glodokan Piang, Mahoni, Trambesi, Sonokeling, Gamal, Flamboyan, dan Ketapang. (banjarmasinpost.co.id/ahmad rizky abdul gani)

" Iya katanya begini, kenapa tidak diberi ke anak yatim saja, dari pada uang tersebut dihambur-hamburkan ke jalanan. Jadi kata saya lagi, ini selain hobi, saya rasa uang tersebut juga terlalu sedikit bila diberikan ke anak yatim. Maka dari itu sampai sekarang saya tekuni menanam pohon," jelasnya.

Syamsudin juga mengatakan tidak ada sedikit pun mengharapkan imbalan atas semua pohon yang telah ia tanam sampai sekarang.

Kamsiah Ditemukan Tewas Mengapung, Keluarga Minta Korban Tidak Divisum

Update Banjir Tiga Desa Kecamatan Astambul, Air Sudah Surut, Warga Bertahan di Rumah

Baru Nikah, Vanessa Angel Umumkan Hamil, Bibi Ardiansyah Diperlihatkan Hasil Test Pack, Cek Video

Selain ia hanya berpesan kepada seluruh masyarakat Kalsel khususnya Banjarmasin supaya bisa bersama-sama menjaganya dengan baik.

" Karena dengan itu, maka Kota Banjarmasin pun akan tetap selalu sejuk dsn teduh," tutupnya.

(banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved