Berita Banjarmasin

Video Alat Musik Panting dari Sungai Lulut Kalimantan Selatan Hingga ke Jepang dan Spanyol

Seniman musik tradisi khas masyarakat Banjar, yakni panting, bisa dibilang cukup mudah ditemui di Provinsi Kalimantan Selatan, tak terkecuali di

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seniman musik tradisi khas masyarakat Banjar, yakni panting, bisa dibilang cukup mudah ditemui di Provinsi Kalimantan Selatan, (Kalsel) tak terkecuali di Banjarmasin dan sekitarnya.

Namun tidak semua seniman musik panting ini bisa menjadi perajin atau pembuat alatnya, termasuk juga memperbaikinya apabila mengalami kerusakan.

Lelaki bernama Muhamad Husni ini, merupakan salah satu seniman musik panting yang sekaligus juga menjadi perajin alat musik pantingnya.

"Sebelum tahun 2000,saya sudah kenal dengan musik panting ini dan juga memainkanya. Mulai menjadi perajin alat musik panting ini sudah sejak 2007," ujar Husni. 

Pengerjaan panting dilakukan Husni di kediamannya, Jalan Martapura Lama, Sungai Lulut, Kompleks Graha Sejahtera Blok J No 4, Kabupaten Banjar.

Satu panting, rata-rata diselesaikannya dalam tiga hari.

Mulai dari pemilihan bahan, pemahatan hingga finishing.

Bahan yang digunakan, biasanya Husni menggunakan kayu nangka, batang kenanga hingga kayu pulantan dan lain sebagainya.

"Harga, saya jual mulai dari Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta, bahkan bisa lebih. Tergantung motif dan juga bahan," jelasnya.

Saat merintis menjadi seorang perajin alat musik panting ini, Husni pun cukup kesulitan mengembangkannya karena masih belum terlalu diketahui masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Frans
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved