Berita Kabupaten Banjar

Meriam Era Penjajahan di Martapura Kalimantan Selatan Masih Terawat, Begini Penampakannya

Kabupaten Banjar merupakan salah satu daerah di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang memiliki sejarah besar.

Meriam Era Penjajahan di Martapura Kalimantan Selatan Masih Terawat, Begini Penampakannya
BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Inilah meriam era zaman penjajahan yang diletakkan di halaman Kantor Disbudpar Banjar, Martarpura, Kalimantan Selatan, Senin (3/2/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kabupaten Banjar merupakan salah satu daerah di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang memiliki sejarah besar.

Termasuk kaitannya dengan era perjuangan melawan penjajahan.

Jejak sejarahnya pun masih ada.

Di antaranya, benda-benda cagar budaya yang hingga saat ini masih terawat cukup baik.

Salah satunya adalah meriam yang merupakan senjata andal pada masa silam.

Sebagian warga Kota Martapura pun familiar dengan benda tersebut.

KONI dan Dispora Kalimantan Selatan Sepakat Target 14 Emas di PON Papua 2020

Pinjaman Belum Cair Ribuan Pemohon di Kabupaten Tanahlaut Mengeluh, Ini Penjelasan BPR

Lima Proyek di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan Gunakan Dana Alokasi Khusus

SDN Basirih 10 Banjarmasin Telah Miliki Perpustakaan, Tapi Belum Ada Buku, Ini Penjelasan Kepsek

Jalan Menuju Desa Tebing Siring Bakal Dibebaskan Pemerintah Kabupaten, Ini Kata Wabub Tanahlaut

Nikita Mirzani Bebas? Nyai Duduk di Pangkuan Billy Syahputra, Pasca Kasus KDRT ke Dipo Latief

"Saya ada melihat beberapa buah meriam di kota ini seperti di halaman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan di halaman rumah dinas Bupati Banjar," ucap Wahyu, warga Martapura, Senin (3/2/2020).

Sementara itu, Sekretaris Disbudpar Banjar, Aidi Hikmatullah, mengatakan, keberadan cagar budaya terus dilakukan perawatan agar tidak punah.

"Termasuk, meriam. Setahu saya, ada tiga pucuk meriam, salah satunya di halaman kantor kami. Lalu yang dua meriam lainnya, kalau tak keliru ada di Kodim dan satunya lagi mungkin yang di halaman rumah dinas bupati. Untuk jelasnya, nanti silakan ditanyakan pada staf kami di Bidang Kebudayaan," ucap Aidi.

Pejabat eselon III di Bumi Barakat ini, menambahkan, perawatan benda cagar wisata difokuskan pada penanganan fisik agar tidak mengalami kerusakan.

"Kalau mengenai apakah kemudian menjadi objek wisata, itu tergantung pada masyarakat. Kalau tertarik, ya bisa jadi, banyak dikunjungi warga," sebutnya. (Banjarmasinpost.co.id/Roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved