Berita HSS

PKL Ikan dan Sayur Mengadu ke DPRD HSS, Minta Pemkab Tindak Pedagang Tak Taat Aturan

Sekitar 12 orang perwakilan pedagang kaki lima, jenis ikan dan sayur mengadu ke DPRD Hulu Sungai Selatan.

PKL Ikan dan Sayur Mengadu ke DPRD HSS, Minta Pemkab Tindak Pedagang Tak Taat Aturan
banjarmasinpost.co.id/hanani
PKL Ikan dan Sayur Mengadu ke DPRD HSS, Minta Pemkab Tindak Pedagang Tak Taat Aturan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Sekitar 12 orang perwakilan pedagang kaki lima, jenis ikan dan sayur mengadu ke DPRD Hulu Sungai Selatan. Mereka adalah pedagang yang selama ini menempati Pasar Rakyat, di belakang Terminal Bus, Jalam HM Yusi Kandangan yang merasa dirugikan dengan tak tertibnya sebagian rekan mereka yang masih saja menempati pasar di kawasan Los Batu Kandangan.

Kedatangan para PKL tersebut diterima sejumlah anggota DPRD HSS, termasuk Komisi II.

Pada pertemuan dipimpin Wakil Ketua DPRD HA Kusasi tersebut, pedagang melalui juri bicara mereka, Jaini dan Rusmani menyampaikan, agar Pemkab HSS melakukan penertiban terhadap mereka yang masih berjualan di sekitar Pasar Losbatu, Kandangan. Alasannya, selama masih banyak yang berjualan di samna, Pasar Rakyat yang sejak 2019 lalu ditempati menjadi sepi.

“Sebab, pembeli lebih memilih ke pasar yang lama,”ungkap Jaini.

Tabiat Asli Nikita Mirzani Dibongkar Inul Daratista, Seteru Andhika Pratama-Ussy Disebut Begini

Rp 30 Juta Bisa Bawa Pulang Daihatsu Terios, Diler Otomotif di Banjarmasin Mulai Genjot Penjualan

Cerita 2 Mahasiswa Balangan Lolos dari Pemeriksaan Suhu Tubuh di Bandara China, Terkait Virus Corona

Menurut Jaini, jika pedagang dibolehkan berjualan kembali ditempat lama, pihaknya yang sudah menaati aturan, ingin juga pindak ke lokasi lama meski di lokasi baru Pasar Rakyat lahannya lebih luas.

“Kami ingin pedagang yang tak taat aturan, terus diberikan teguran terus menerus sampai seperti kami yang sudah menaati aturan, berjualan di Pasar Rakyat ini. Sebab, jika dibiarkan, merugikan kami karena pembeli jadi sepi,”katanya.

Pertemuan tersebut, juga menghadirkan perwakilan Dinas Perdagangan dan Dinas Perhubungan HSS Dinas Satpol PP dan Damkar. Berdasarkan keterangan Kepala Bidang Kabid Pasar, Dedi Hamdani, lapak tersedia di Pasar Rakyat ada 120, sedangkan di Pasar lama ada 80.

Pemkab HSS takmelarang menduduki lapak sepanjang yang disediakan tersebut. Di luar lapak tersedia tersebut, menurutnya pedagang bisa ditindak tegas.

Mengenai permintaan penertiban, Dedi menyatakan, sebenarnya sudah dilaksanakan tiap hari. PKL tak dilarang berjualan, di lokasi lama Pasar Kandangan, asal dilapak yang sudah ada. Seperti biasa, jelas Dedi, PKL selalu mengejar pasar, atau berpindah-pindah pasar. Besok (Selasa) tetap dilakukan penertiban PKL yang tak taat aturan.

“Memang pasar rakyat merupakan pasar subuh yang sudah tutup pukul 11.00 wita. Setelahnya, pedagang otomatis mencari pasar yang buka,”kata Dedi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD HSS HA Kusasi berharap, Pemkab HSS melaksanakan penertiban tiap hari, secara terus menerus sampai pedagang yang tak taat, memiliki kesadaran menaati aturan.

Menurutnya, pembangunan Pasar Rakyat semestinya membuat pedagang bersatu di tempat tersebut, sehingga mau tak mau semua orang akan ke Pasar Rakyat, jika ingin membeli buah, ikan dan sayur.

Dengan begitu, tak ada pedagang lain merasa dirugikan karena masih ada pedagang jenis tersebut di pasar yang lama. Dewan pun meminta agar pasar Subuh dimaksimalkan fungsinya, tak hanya sampai pukul 11.00 wita tapi sampai sore, bahkan malam. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved