Kriminal HST
Khawatir Bernasib Seperti MAN 1, Kepala MIN 2 Hulu Sungai Tengah Langsung Jaga Sekolahnya
Teror kebakaran yang terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Tengah, membuat beberapa pihak menjadi khawatir.
Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Teror kebakaran yang terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Tengah, membuat beberapa pihak menjadi khawatir.
Apalagi, kebakaran sekolah menghanguskan tiga ruang kelas di SDN 2 Banua Jingah dan enam ruang di MAN 1 HST.
Sedangkan dua sekolah lainnnya yang diduga sengaja dibakar, tak menimbulkan kebakaran berarti.
Terlebih, isu yang berkembang di masyarakat menyebar cepat.
Di MIN 2 HST misalnya.
Kepala MIN 2 HST, Saberi, mendapat kabar dari sang kakak jika sasaran aksi pembakaran selanjutnya adalah sekolahnya.
• Video Pelaku Pembakar Sekolah di Barabai Gunakan Lilin, Pel Lantai dan Bak Sampah
• SDN 1 Barabai Timur Wacanakan Pasang CCTV untuk Antisipasi Terjadi Pembakaran Sekolah
• Warga Tiga Desa di Batola Kena Tipu, Pemilik Toko Dijanjikan Biaya Sewa Rp 15 Juta Per Tahun
• 18 Rumah Rawan Kebanjiran di Lasung Kabupaten Tanahbumbu Kalimantan Selatan akan Direlokasi
• Nikah Siri Sarita Abdul Mukti & Brondong 18 Tahun Terjadi di Masa Lalu, Bikin Faisal Harris Begini
Panik dengan kabar dugaan aksi pembakaran selanjutnya, ia yang sedang di pengajian Guru Bakhiet saat Senin (3/2/2020) malam pada pukul 21.30 Wita, memilih memantau langsung ke sekolahnya.
Apalagi, penjaga sekolah hingga pukul 23.00 Wita, baru dapat dihubungi.
"Karena khawatir, kakak saya bilang untuk berjaga-jaga. Makanya, saya bersama warga sekitar sekolah, waspada," ujarnya, Selasa (4/2/2020) malam via telepon.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag HST, Saipudin, mengeluarkan imbauan yang birisi penjagaan malam terhadap kantor maupun sekolah. Termasuk adanya apar dan mematikan perangkat elektronik.
Selain itu, Kemenag juga berharap instansi di bawahnya mencacat nomor penting dan menghubungi pihak berwajib jika ada yang mencurigakan. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)