Kriminalitas Banjarbaru

VIDEO Berkas Perkara Dugaan Tindak Asusila Ketua KPU Banjarmasin Nonaktif Diserahkan ke Kejaksaan

VIDEO Berkas Perkara Dugaan Tindak Asusila Ketua KPU Banjarmasin Nonaktif Diserahkan ke Kejaksaan

BANJARMASINPOST.CO.ID BANJARBARU - VIDEO Berkas Perkara Dugaan Tindak Asusila Ketua KPU Banjarmasin Nonaktif Diserahkan ke Kejaksaan.

Berkas perkara tindak dugaan asusila oleh Gusti Makmur (GM)--ketua KPU Banjarmasin non aktif-- sudah sampai ke meja jaksa dari penyidik kepolisian, Selasa (4/2/2020).

Menurut, Kepala Kejaksaan Negeri Banjarbaru, Silvia Desty Rosalina, SH, MH membenarkan berkas sudah masuk di kejaksaan.

"Karena ini masih tahap 1 jadi masih kami pelajari. Kami punya waktu untuk mempelajari," ujarnya.

Adapun Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Tipidum) Kejari Banjarbaru, Budi Muklish menambahkan sesuai kejaksaan ada mempunyai waktu tujuh hari untuk mempelajari berkas perkara ini apakah sudah memenuhi syarat formil dan materil. 

VIDEO Suasana Terkini Kompleks Ar Raudah Sekumpul Jelang Haul Ke-15 Guru Sekumpul

Nikah Siri Sarita Abdul Mukti & Brondong 18 Tahun Terjadi di Masa Lalu, Bikin Faisal Harris Begini

Akhirnya Teddy Buka Suara & Ungkap Pencuri Perhiasan Ibu Rizky Febian, Lina yang Diberi Sule

Ayu Ting Ting Dipersunting Shaheer Sheikh Tahun 2020 Kata Sosok Ini, Bagaimana Didi Riyadi & Igun?

Karena ini tergolong kasus PK ting atau perkara penting maka dalam gelar perkara akan dilakukan seluruh jaksa.

"Tentu dalam pelaksanaannya kita melakukan ekspos atau gelar perkara seluruh jaksa, apa saja yang bisa di optimalkan terus dalam pelaporannya kita melaporkan ke kejaksaan tinggi nantinya" tandas Budi Mukhlish.

Untuk perkembangan, Jaksa kini menunjuk jaksa senior yang profesional dan sudah beberapa kali menangani kasus ini. Dan sejauh ini 100 persen terbukti.

Dimungkinkan dalam waktu dua minggu hari lah paling lambat, jaksa akan memberikan petunjuk yang bisa dioptimalkan untuk melengkapi berkas perkara.

Lalu bagaimana jika kuasa hukum GM jika ingin mengusahakan tahanan kota? Budi Mukhlish menjelaskan bahwa bisa dilihat nanti.

"Ya tentu harus ada alasan apa saja yang bisa mengalihkan jenis penahanannya dari status rumah tahanan ke tahanan kota" tandas Budi.

Namun sejauh ini selama menangani 22 kasus pencabulan anak rata-rata kita tahanan rutan seluruhnya dan tidak ada tahanan kota.

(banjarmasinpost.co.id /nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved