Berita Banjarbaru

Banjir di Daerah, BPBD Tegaskan Kembali Arahan Presiden di Rakornas untuk Kabupaten Kota di Kalsel

Hujan yang mengguyur cukup lama saat Rabu (5/2/2020) menyebabkan debit air sejumlah sungai meningkat. Berdasarkan data BPBD Kalse, 75 rumah

Banjir di Daerah, BPBD Tegaskan Kembali Arahan Presiden di Rakornas untuk Kabupaten Kota di Kalsel
BANJARMASINPOST.CO.ID/NIAKURNIAWAN
Air Sungai Martapura yang terlihat deras membuat waspada warga yang tinggal di bantarannya di Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (5/2/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Hujan yang mengguyur cukup lama saat Rabu (5/2/2020) menyebabkan debit air sejumlah sungai meningkat.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, sebanyak 75 rumah dan dua sekolah terendam.

Mulai dari Kota Banjarbaru hingga Kabupaten Tabalong, dilaporan ada beberapa daerah yang banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyudin, menyebutkan sebanyak 10 kepala keluarga dengan 36 jiwa terdampak banjir tersebut.

"Banjir dan kenaikan debit air terbesar terjadi di Kabupaten Tabalog. Beberapa titik terendam air. Pertama, di Desa Lumbang RT 3 Kecamatan Muara Uya yang merendam 3 buah rumah dengan terdampak 3 KK dan 12 jiwa," urainya.

Kedua, terjadi di Desa Ribang RT 4 Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong yang merendam 7 buah rumah, dengan terdampak 7 KK total 20 jiwa.

Ketiga, terjadi di Desa Uwe RT 4, Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong yang menyebabkan akses jalan menuju Desa Ribang terputus dan warga yang terdampak 100 jiwa.

Warga di Martapura Ini Terpaksa Tinggikan Kasur Supaya Tidak Kena Terjangan Arus Air Sungai

Banjir Rendam Wilayah di Dua Desa Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanahbumbu

Presiden Jokowi Akan Resmikan TPA Regional Banjarbakula dan Menyerahkan Bantuan Alat Berat

Pemilik Warung Rest Area Terpaksa Nunggak Bayar Sewa

Ketua Harian Asprov PSSI Kalsel Sebut Penunjukan Ketua Askab PSSI Kotabaru Tidak Sah

Pabrik Uang Teddy, Suami Lina Bikin Hotman Paris Takjub, Setara dengan Sule si Ayah Rizky Febian?

Wahyuddin juga mengingatkan pimpinan daerah, sesuai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2020 dari arahan Presiden Jokowi, yaitu perintah denghan beberapa poin  penting untuk penanganan bencana.

Kemudian, lelaki yang akrab disapa Ujud ini mengulang lagi arahan Presiden. 

Pertama, seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah harus bersama-sama, bersinergi untuk upaya pencegahan, mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan. .

Kadua, setiap gubernur, bupati dan wali kota, harus segera menyusun rencana kontinjensi termasuk penyediaan sarana dan prasarana kesiapsiagaan yang dapat betul-betul dilaksanakan semua pihak dan harus siap menangani bencana secara tuntas.

Ketiga, penanggulangan bencana harus dilaksanakan dengan pendekatan kolaboratif, ‘Pentahelix’ yaitu kolaborasi antara unsur pemerintah, akademisi dan peneliti, dunia usaha, masyarakat, serta dukungan media massa untuk dapat menyampaikan pemberitaan kepada publik.

Keempat, pemerintan pusat dan pemerintah daerah harus meningkatkan kepemimpinan dan pengembangan sumberdaya manusia yang andal dalam penanggulangan bencana, penataan kelembagaan yang mumpuni, termasuk program dan anggaran yang harus ditingkatkan sesuai prioritas RPJMN 2020-2024.

Kelima, Panglima TNI dan Kapolri untuk turut serta dalam mendukung upaya penanggulangan bencana termasuk penegakan hukum. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved