Berita Tanahbumbu

ESDM Tanahbumbu Tak Pernah Respon DLH, Rahmat : Eks Tambang Penyebab Pencemaran Harus Direklamasi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo lebih terbuka. Ditegaskannya pencemaran di sungai Satui, Desa Sungaidanau

ESDM Tanahbumbu Tak Pernah Respon DLH, Rahmat : Eks Tambang Penyebab Pencemaran Harus Direklamasi
Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah
Kadis Lingkungan Hidup Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo lebih terbuka. Ditegaskannya pencemaran di sungai Satui, Desa Sungaidanau, Kecamatan Satui Tanahbumbu terus terjadi bila sumber penyebab pencemaran tidak segera ditanggulangi.

Menurut Rahmat, diketahui menjadi sumber penyebab pencemaran eks bukaan lahan tambang di perbatasan Tanahbumbu-Tanahlaut sebagai penyumbang terbesar pencemaran.

Untuk menghentikan sumber pencemaran, eks bukaan lahan tambang mengandung air dengan tingkat keasaman yang tinggi harus dilakukan rehabilitas (penutupan).

"Satu-satu cara jadi harus direhab (tutup) lubangnya," tegas Rahmat kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (4/2/2020).

Beredar Foto Heli Hancur Berkeping-keping di Papua, Diduga MI-17 Milik TNI yang Hilang Juni 2019

VIRAL di Medsos, Beredar Anggota DPRD Karanganyar Bawa Selingkuhan Saat Kunker, Ini Penjelasan Anung

Lihat Penampakan Istri Mau Keluar Taring, Suami Langsung Menusuk, Azwar: Istri Saya Ini Dajjal!

Sementara untuk melakukan penutupan lubang tambang, lanjut Rahmat, menjadi kewenangan pihak Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi.

"Kami, DLH Kabupaten dan DLH Provinsi hanya bisa memberikan masukan. Dan, itu sudah kami lakukan," terang Rahmat kepada banjarmasinpost.co.id.

Menjadi kewenangan ESDM Provinsi melakukan rehab, sambung Rahmat, karena hanya ESDM memiliki dana jaminan reklamasi (Jamrek). "Kan dana jamrek ada. Itu yang digunakan untuk rehab. DLH dari mana dananya," bebernya.

Awal terjadi pencemaran sungai Satui, pada Oktober 2019 lalu DLH Kabupaten beberapa kali sudah bersurat ke ESDM Provinsi. Meminta eks bukaan tambang menjadi sumber penyebab pencemaran ditutup.

Namun surat dilayangkan DLH Kabupaten tidak pernah ada respon ESDM Provinsi. "Sama. Sekali belum ada respon," ucap Rahmat.

Hanya yang bida dilakukan DLH Kabupaten, selama terjadi pencemaran. Menutup aliran air datang dari eks tambang berada di perbatasan Tanahbumbu-Tanahlaut.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved