Berita Bisnis

OJK Beberkan Kinerja Industri Keuangan Non Bank Membaik, Segini Realisasi Piutang Pembiayaan Kalsel

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional IX Kalimantan, Riza Aulia Ibrahim menuturkan, kinerja industri keuangan non bank di Kalimantan secara umu

OJK Beberkan Kinerja Industri Keuangan Non Bank Membaik, Segini Realisasi Piutang Pembiayaan Kalsel
banjarmasinpost.co.id/mariana
Kepala OJK Regional IX Kalimantan, Riza Aulia Ibrahim berikan sambutan pada kegiatan Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020, bertempat di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Selasa (4/2/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional IX Kalimantan, Riza Aulia Ibrahim menuturkan, kinerja industri keuangan non bank di Kalimantan secara umum membaik di tahun 2019.

"Penyaluran piutang pembiayaan se Kalimantan tumbuh 2,27 persen dengan nominal Rp 38 triliun. Realisasi piutang pembiayaan di Kalsel tercatat Rp 10,6 triliun, terbesar kedua setelah Kalimantan Timur dengan rasio NPF gross tercatat 1 persen," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Diakuinya, pihaknya terus lakukan pengawasan terhadap kinerja perusahaan pembiayaan, utamanya yang memiliki resiko NPF tinggi.

Kekayaan Teddy Sepulang dari Amerika Dibongkar Ipar Lina, Sebanding Sule si Ayah Rizky Febian?

Akhirnya Gisella Anastasia Buka Suara Soal DJ Wilda Keys yang Ngaku Bakal Jadi Istri Gading Marten

Penampakan Tas Mewah Luna Maya yang Masih Nyicil, Artis Dekat Ryochin & Faisal Nasimuddin Ungkap Ini

Sementara itu nilai aset perusahaan penjaminan dan nilai penjaminan se Kalimantan masing-masing sebesar Rp 355 miliar dan 2,8 triliun. Dalam satu tahun masing-masing mengalami peningkatan sebesar Rp 33 miliar atau 10,4 persen dan Rp 243 miliar atau 9,47 persen.

Porsi Kalsel untuk nilai aset perusahaan penjaminan sebesar Rp 131 miliar dan nilai penjaminan Rp 1,7 triliun.

Demi meningkatkan akses keuangan diungkapkannya, saat ini Kalsel telah memiliki satu bank wakaf mikro (BWM).

"Yaitu Koperasi Jasa Lembaga Keuangan Mikro Syariah Bank Wakaf Mikro (LKMS-BWM) Al Hijrah Cindai Alus di Banjarbaru, LKMS-BWM sudah resmi mendapatkan izin dari OJK," ucapnya.

Dijelaskannya, BWM dibentuk untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat yang belum terjamah perbankan dan lembaga keuangan formal.

Riza mengharapkan BWM dapat mengikis kesenjangan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan khususnya masyarakat disekitar pesantren, karena pendiriannya bekerja sama dengan pesantren.

BWM menyalurkan pembiayaan dengan biaya murah maksimum 3 persen pertahun. Adanya pembiayaan ini masyarkat dapat memanfaatkan BWM dan terhindar dari pinjaman rentenir.

"OJK tidak memiliki kewenangan untuk menindak rentenir, namun dengan edukasi kepada masyarakat mengenai bahayanya rentenir, diharapkan masyarakat dapat meninggalkan rentenir," kata dia.

Maraknya penipuan dan investasi bodong, mendorong OJK untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai produk-produk perbankan melalui sosialisasi.

"Di samping itu, OJK bekerjasama dengan instansi lain yaitu Kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Agama, dan lain-lain. Melalui wadah Satgas Waspada Investasi, dilakukan upaya pencegahan dan penindakan terhadap upaya-upaya penipuan dengan berbalut investasi yang tidak wajar atau tidak berizin," pungkas Riza.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved