Breaking News:

Berita Tabalong

Sekda Tabalong AM Sangadji Sebut Banjir Terparah Sejak 20 Tahun Terakhir

Banjir yang terjadi di beberapa kecamatan daerah utara Kabupaten Tabalong, di antaranya Haruai, Bintang Ara dan Muara Uya, mendapat perhatian dari

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Alpri Widianjono
Capture Youtube BPost
Meluapnya Sungai Tabalong membuat enam rt di Desa Juai Terendam 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Banjir yang terjadi di beberapa kecamatan daerah utara Kabupaten Tabalong, di antaranya  Haruai, Bintang Ara dan Muara Uya, mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten.

Sekda Kabupaten Tabalong, AM Sangadji, melakukan pemantauan langsung ke titik banjir Desa Juai Kecamatan Tanjung bersama polisi dan juga aparat kantor kecamatan.

Dia mengatakan, beberapa hari terakhir terus melakukan pemantauan dan mengingatkan masyarakat untuk waspada dan berhati hati dengan banjir.

Beberapa kecamatan di wilayah utara tergenang banjir dan yang paling parah adalah di Kecamatan Haruai.

Bahkan ada banjir yang sampai ke atap rumah warga.

Sekda Tabalong, AM Sangadji, mengatakan, banjir ini memang terparah sejak 20 tahun terakhir.

Pada tahun 2004 juga pernah terjadi banjir, namun tidak separah ini. 

Hinaan Aura Kasih ke Nagita Slavina Kembali Mencuat Seiring Heboh Body Shaming Teman Raffi Ahmad

Tabalong dan Balangan Terendam, BPBD HSU Waspadai Banjir Kiriman

Buka Dapur Umum di Haruai Tabalong, Dinsos Bagikan 10 Ribu Bungkus Nasi untuk Korban Banjir

VIDEO Banjir Rendam Enam RT Di Desa Juai Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong, Begini Kondisinya

Guru Bahasa Inggris Murka, 13 Siswa di NTT Dipaksa Minum Air Kotor Berlumut & Penuh Jentik Nyamuk

Tim penanggulangan bencana, baik dari Pemerintah Daerah Tabalong, BPBD, TNI, Polri,Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, fokus untuk memberikan bantuan kepada korban banjir.

“Utamakan menetapkan tempat pengungsian, membangun dapur umum, dan mengevakuasi korban banjir ke tempat yang lebih baik,” ujarnya.

 Masih kata AM Sangadji, bantuan logistik terutama bahan makanan akan didistribusikan melalui Dinas Sosial.

Sedangkan korban banjir mendapatkan makanan dari dapur umum berupa makanan jadi.

Diakui AM Sangadji, banjir kali ini adalah terparah yang disebabkan oleh tingginya curah hujan.

Pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan terus berupaya agar tidak terjadi lagi dengan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang dilarang membangun bangunan dipinggir sungai, mencegah kebakaran hutan dan lahan serta akan meningkatkan sarana peringatan bencana banjir sehingga warga bisa mengetahui lebih cepat jika terjadi banjir. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved