Berita Banjar

VIDEO Penampakan Sungai Riam Kiwa Meluap, Rumah di Jati BaruTerendam, Akses Jalan Pun Putus

Air Sungai Riam Kiwa meluap. Rumah warga di Desa Jati baru, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan kebanjiran

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Air Sungai Riam Kiwa meluap. Rumah warga di Desa Jati baru, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan kebanjiran, Kamis (06/02/2020).

Banjir akibat luapan sungai Riam Kiwa juga membuat jalan lama Desa Jati baru terendam dan mengganggu pengendara. Bahkan ada akses jalan yang terputus.

Jalan yang terputus akibat terendam banjir itu tidak bisa dilalui, air begitu deras langsung mengalir dari Sungai riam Kiwa. Warga yang mau melintas mulai dari jalan lama Astambul terpaksa memutar jauh ke jalan Desa Pasar jati bila mau menuju Desa Jati baru.

Begitupun sebaliknya, dari Desa Jati baru memutar ke Jalan Ahmad Yani karena akses terputus.

" Saya mau berdagang ke Desa Jati baru terpaksa harus memutar jauh karena ada jalan ini yang terendam banjir, air sungai meluap. Berbahaya jika dipaksakan," ucap Zaen warga Cempaka, seorang pedagang gorengan sambil memutar motor yang dikendarainya kembali ke jalan lama Astambul.

SMS dan Telepon Bakal Punah di 2022, Ini Alasannya Menurut Direktur Eksekutif ICT Institute

Kehamilan Ashanty Disebut Anang Hermansyah, Putri Krisdayanti, Aurel Hermansyah Punya Adik Lagi?

Polisi siapkan Rakit dari Ban Truk Banjir Pengaron Rendam 70 Lantai Teras Rumah

Tergerus Media Digital, Dewan Pers Sebut Saat Ini Pembaca Koran di Indonesia Tersisa 25,88 Persen

Kepala Desa Jati Baru, Muhammad Syamsuni mengatakan, desanya memang rutin menjadi langganan banjir bahkan tingginya air hingga menutup jalan utama.

Masih menurutnya, Sudah hampir satu minggu warga tidak bisa melintas dijalan utama karena terendam banjir.

Dikatakannya, akibat tak bisanya dilalui oleh kendaraan, warga setempat harus menggunakan jalan alternatif lain yang jaraknya lumayan jauh dari jalan utama.

“ Biasanya Kan warga sini membawa buah-buahan untuk dijual di pasar astambul, karena jalan ini tidak bisa dilalui, mereka harus menempuh jalan alternatif yang jaraknya sekitar tiga kilometer, Blbukan cuma warga disini yang menggunakan jalan ini, tapi warga Desa Gunung balai dan desa lainnya,” katanya.

Dari pantauan banjarmasinpost.co.id, rumah warga begitu dekat dengan sungai yang meluap. Awal tahun ini sudah tiga kali rumah-rumah diwilayah tersebut kebanjiran.

Halaman
123
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved