Berita Kabupaten Banjar

Belasan Jamban Apung Desa di Wilayah Martapura Sudah Dieksekusi, Tinggal Segini Sisanya

Jamban apung memang identik dengan keseharian warga di Kalimantan yang bermukim di bantaran sungai. Begitu halnya di Desa Pingaranilir

Belasan Jamban Apung Desa di Wilayah Martapura Sudah Dieksekusi, Tinggal Segini Sisanya
abdurahman untuk banjarmasinpost.co.id
Warga Desa Pingaranilir gotong-royong membongkar jamban apung di lingkungan RT 1, Rabu (5/2) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Jamban apung memang identik dengan keseharian warga di Kalimantan yang bermukim di bantaran sungai. Begitu halnya di Desa Pingaranilir, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.

Sebagian warga setempat juga bermukim di sepanjang tepian sungai (Sungai Martapura). Karena itu, cukup banyak pula jamban apunk yang berada di wilayah desa kecil di wilayah Kecamatan Martapura tersebut.

Meski sejak turun temurun mereka terbiasa buang air besar (BAB) di jamban apung, namun mereka mendukung program penghapusan jamban apung yang gencar dilaksanakan Pemkab Banjar di bawah kepemimpinan H Khalilurrahman.

Penghapusan jamban apung merupakan program unggulan orang nomor satu di Bumi Barakat yang akrab disapa Guru Khalil itu. Sejak semasa pencalonannya sebagai bupati, beberapa tahun lalu, ia intens menggaungkan program penghapusan jamban apung sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Menggelikan, BKN Pergoki Peserta Bawa Jimat saat Tes SKD CPNS, Apakah Didiskualifikasi? Ini Nasibnya

VIDEO Adu Jotos Guru Matematika Vs Guru Honorer di Medan, Terungkap Honorer Ternyata Anak Kepsek

JADI Viral, Surat Curahan Hati Peserta CPNS Aceh yang Kritik Sistem Ujian, Isinya Bikin Haru

Rekonstruksi Kasus Penyiraman Novel Baswedan, Tertutup dan Dikawal Polisi Bersenjata Laras Panjang

Guru Khalil menargetkan selama pemerintahannya mampu menghapus (membongkar) seribu unit jamban apung terutama yang berada di Sungai Martapura. Terkini, kegiatan pembongkaran jamban apung dilakukan Rabu (5/2/2020) pagi yang langsung dihadiri Guru Khalil.

Sebanyak 122 unit jamban apung yang dibongkar yang tersebar di lima desa di lima kecamatan. Pembongkaran dimulai di Desa Tambakbaru di wilayah Kecamatan Martapura.

Warga Banjar mendukung program penghapusan jamban apung tersebut. Karena itu pada tiap aksi pembongkaran jamban apung, warga turut serta bahu-membahu bersama petugas teknis Pemkab Banjar.

"Alhamdulillah pada Rabu kemarin sebanyak 14 unit jamban apung di desa kami yang dibongkar. Kami gotong-royong membongkarnya," ucap Abdurahman, kepala Lingkungan Desa Pingaranilir, Kecamatan Astambul, Jumat (7/2/2020).

Dikatakannya masih lumayan banyak jamban apung yang ada di desanya. "Total jamban apung di kampung kami 150 unit. Jadi, hingga beberapa waktu ke depan masih akan terus dilakukan pembongkaran sembari menunggu program pembangunan jamban darat," jelasnya.

Sementara ini, sebutnya, bantuan jamban darat baru 14 unit di wilayah RT 1. "Rencananya untuk pembangunan jamban darat dimasukan program DAK sekitar 50 unit. Masih ada enam RT lagi. Insya Allah semua RT nanti bisa dapat, tiap RT sekitar delapan unit WC," sebut Abdurahman.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Banjar Dr Galuh Tantri Narindra ST MT mengatakan optimismenya target seribu unit penghapusan jamban apung terealisasi hingga masa jabatan Bupati Banjar H Khalulurrahman pada 2021 mendatang.

Pasalnya hingga saat ini telah tercatat 913 unit jamban yang dibongkar. Itu artinya cuma tersisa 87 unit dan akan dituntaskan pada rentang waktu beberapa bulan mendatang. Pembongkaran jamban apung dimulai sejak 2016 lalu.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved