Ekonomi dan Bisnis

Cegah Stunting, Perum Bulog Inovasi Beras Sehat, Produksi Beras Fortivikasi

Produksi beras fortivikasi ini sdbagai wujud nyata dukungan Bulog dalam intervensi gizi sensitif untuk percepatan pencegahan stunting,

Cegah Stunting, Perum Bulog Inovasi Beras Sehat, Produksi Beras Fortivikasi
banjarmasinpost.co.id/mariana
Direktur Opersional Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh (dua dari kanan) memaparkan kebijakan Bulog di 2020. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kebijakan pangan Perusahaan Umum (Perum) Bulog di antaranya penyediaan pangan yang sehat dan bermutu yaitu beras berfortifikasi sebagai inovasi beras sehat.

Beras fortifikasi tersebut diperkenalkan langsung oleh Pimpinan Wilayah Bulog Kalsel, Arif Mandu.

Produksi beras fortivikasi ini sdbagai wujud nyata dukungan Bulog dalam intervensi gizi sensitif untuk percepatan pencegahan stunting, yakni dengan merilis beras fortifikasi yaitu beras sehat yang telah diperkaya dengan vitamin dan mineral yang terdiri dari vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, vitamin B9 (Asam Folat), vitamin B12, Zat Besi (Iron), dan Zinc.  

Direktur Opersional Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh memaparkan, pihaknya telah memproduksi dan memasarkan beras fortivikasi bagi masyarakat.

Hal tersebut dituturkannya acara seminar wartawan spesialis pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Best Western Kindai Hotel Banjarmasin, Jumat (7/2/2020).

Debit Sungai di HSU Meningkat, Lokasi Langganan Banjir Mulai Tergenang

Harga Karet Turun, Warga Tabalong Jual Karet Basah ke Tengkulak

Nama Anak Ayu Ting Ting & Didi Riyadi Disiapkan, Pernikahan dengan Sohib Ruben Onsu & Igun Dibahas

Sikap Maia Estianty pada Putri Mulan Jameela & Ahmad Dhani, Safeea di Postingan Dul Jaelani Disorot

"Beras fortifikasi diharapkan dapat menjadi solusi mengurangi serta menangani prevalensi stunting di Indonesia. Dengan mengkonsumsi beras fortifikasi diharapkan dapat menghasilkan SDM berkualitas dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan bangsa yang kreatif, produktif dan berdaya saing tinggi," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Perum Bulog juga terus melakukan sejumlah inovasi bisnis, beberapa di antaranya yakni memodernisasi gudang beras yang dimilikinya secara bertahap di seluruh Indonesia, memproduksi beras bervitamin (berfortifikasi) dan terakhir merambah bisnis e-commerce dengan meluncurkan toko pangan on-line panganandotcom.

Ditambahkannya, Perum Bulog juga memperoleh sejumlah PMN untuk mendukung penguatan komersial seperti pembangunan Control Atmosphere Storage (CAS), gudang modern kedelai, dan gudang modern beras. Ke depan rencananya juga akan dilakukan pembangunan Corn Drying Center (CDC) serta Modern Rice Milling Plan (MRMP).

Perum Bulog diberi penugasan oleh Pemerintah untuk berperan menjaga Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara nasional dalam rangka ketahanan pangan nasional. 

Dengan demikian, Perum Bulog wajib mengelola minimum stok beras pada jumlah tertentu, pada 2019 ditugaskan pada jumlah 1-1,5 juta ton dan disebarkan di seluruh wilayah Indonesia.  

Halaman
12
Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved