Berita Kotabaru

Nasibnya Tak Jelas, Kini 1.162 Pegawai Honorer di Kotabaru Belum Terima Gaji Januari

Sebanyak 1.162 Pegawai Honorer di Kotabaru hingga kini belum menerima Gaji Januari 2020

Nasibnya Tak Jelas, Kini 1.162 Pegawai Honorer di Kotabaru Belum Terima Gaji Januari
Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho
Ilustrasi-RATUSAN guru honor dari berbagai dinas menggelar demo di kantor DPRD Batola, Selasa (25/9/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Pegawai Honorer Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan, hingga Jumat (7/2/2020) siang, belum terima gaji yang membuat mereka harus bertahan hidup dengan berbagai cara.

Mereka yang belum terima gaji, terpaksa harus memenuhi kebutuhannya dengan cara berhutang. Sebab, gaji tak kunjung cair padahal sudah 7 hari keterlambatannya. Mereka kini 'menangis' karena harus bersusah payah untuk menutupi kebutuhannya.

Belum lagi yang memiliki anak, gaji yang tak seberapa itu selalu ditunggu-tunggu pegawai. Namun akibat keterlambatan itu, banyak yang harus berutang untuk beli kebutuhan anak dan dapurnya.

Sejumlah pegawai yang berstatus non PNS yang ditemui Banjarmasinpost.co.id, membenarkan kondisi tersebut. Gaji mereka rata-rata nilainya hanya Rp 1 juta, namun hingga kini belum diterima.

Resmikan TPA Regional di Kota Banjarbaru Kalsel, Presiden Jokowi Sebut Sampah Bisa Jadi Bencana

Gaji Pensiunan PNS 2020 Bulan Februari Tak Bisa Cair, Begini Penjelasan Dirut PT Taspen

Foto Chef Renatta Mirip Lelaki Viral! Ini Transformasi Renatta Moeloek Juri Masterchef Indonesia

Nama Anak Ayu Ting Ting & Didi Riyadi Disiapkan, Pernikahan dengan Sohib Ruben Onsu & Igun Dibahas

Satu di antaranya, pegawai honorer yang namanya enggan disebutkan, mengatakan saat ini sudah berhutang (meminjam uang) kepada kerabatnya untuk memenuhi kebutuhannya. Sebab, gaji masuk diperkirakan paling lambat pada 2 atau 3 Januari, ternyata meleset.

" Pusing begini, sampai minjam uang sama keluarga gara-gara gaji belum cair. Belum lagi ciculan yang harus dibayar, asli pusing. Itu yang ditunggu-tunggu setiap bulan," katanya.

Menurut pegawai ini, gaji cuma Rp 1 juta dan itu pun tidak bisa diambil full karena terpotong 50 ribu perbulannya sebagai biaya administrasi kartu ATM. Sehingga hanya Rp 950 ribu yang bisa ditarik keluar.

"Sekarang jangankan harapan naik gaji, penerimaan gaji saja sudah terlambat seperti ini," katanya.

Hal itu juga diaminkan pegawai lainnya. Rata-rata mereka berhutang untuk memenuhi kebutuhannya karena keterlambatan gaji masuk.

"Harus berapa lama lagi kami menunggu. Kami juga perlu makan, memenuhi kebutuhan anak istri dan dapur," katanya.

Halaman
12
Penulis: Man Hidayat
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved