Berita Kabupaten Banjar

VIDEO Kertakhanyar Gambut Ditetapkan Sebagai Zona Hijau, Dewan Sebut Sebagian Warga Terdzolimi

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), saat ini masih berproses. Di antaranya menetapkan kawasan Jalan A Yan

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), saat ini masih berproses. Di antaranya menetapkan kawasan Jalan A Yani arah Banjarbaru-Banjarmasin di wilayah Kecamatan Gambut dan Kertakhanyar menjadi zona hijau.

Pemerintah Kabupaten Banjar menghendaki wilayah Kecamatan Gambut dan Kertakhanyar menjadi penyangga pangan. Apalagi selama ini di dua distrik bertetangga itu bagian penting dari sentra pertanaman padi di Kabupaten Banjar.

Karena itu Pemkab Banjar berkepentingan untuk mengamankan dua wilayah tersebut sebagai zona hijau guna menekan lajunya pertumbuhan permukiman dan niaga di kawasan setempat. Dalam revisi raperda RTRW yang mulai ditangani secara intens sejak tahun lalu, dua wilayah tersebut ditetapkan dalam zona hijau.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, di sepanjang Jalan A Yani jalur Banjarbaru-Banjarmasin di dua wilayah itu memang terus bertumbuh secara pesat. Banyak investor perumahan yang mengembangkan bisnisnya di kawasan setempat, termasuk kalangan pengusaha perhotelan dan rumah tokoh (ruko), kuliner serta pergudangan.

VIDEO Bukit Batu Pertapaan Tjilik Riwut, Kini Jadi Tempat Wisata di Katingan Kalteng

Video Jalan Terendam Setinggi Pinggang Orang Dewasa, Calon Pengantin Menyebrang Pakai Gerobak

Pemkab Banjar akan memperkuat pengembangan dua wilayah tersebut untuk sektor pertanian tanaman pangan, khususnta padi. Selain itu juga untuk pengembangan sektor perikanan.

Namun penetapan zona hijau tersebut menurut kalangan anggota DPRD Banjar juga memunculkan akses negatif. Mereka mengatakan saat ini mulai muncul keluhan dari masyarakat setempat, terutama yang memiliki lahan lantaran harga jual tanah pasti bakal terjun bebas.

"Karena itu Pembak Banjar mesti bijak, perlu memikirkan kalangan warga pemilik tanah tersebut. Apa yang mereka dapatkan atas penetapan zona hijau, mesti dipikirkan insentif bagi mereka," cetus Ketua Komisi III DPRD Banjar Irwan Bora, Jumat (7/2/2020).

Perlu dipahami bahwa lahan yang dimiliki warga di Gambut dan Kertakhanyar bukan sekadar untuk usaha tani, tapi juga menjadi aset. Lahan di wilayah itu kini sangat potensial karena harga jualnya cukup tinggi," sebut Ketua Komisi III DPRD Banjar Irwan Bora, Jumat (7/2/2020).

Anggota Komisi III yang berasal dari wilayah Gambut/Kertakhanyar, Abdul Razak, mengatakan cukup banyak warga pemilik lahan di wilayahnya yang menempatkan lahan yang dimiliki sebagai aset atau tabungan masa depan. Karena itu Pemkab Banjar tak bisa secara sepihak menetapkan zona hijau yang secara langsung bakal menurunkan harga jual lahan/tanah setempat.

"Kalau hal ini tidak diperhatikan, nanti bisa muncul masalah. Bayangkan ketika saat ini harja jual tanah temannya tinggi lalu kemudian nanti anjlok akibat zona hijau, bisa bergejolak karena merasa mendapat perlakuan yang tidak adil dari pemerintah," tandas Razak.

Ia mengatakan kawasan Gambut dan Kertakhanyar merupakan poros baru ekonomi di Kalsel karena berada di jalur strategis yang menghubungkan dua kota yakni Banjarmasin dan Banjarbaru. Karena itu kawasan tersebut akan tumbuh menjadi kota baru (perluasan kota) dan hal tersebut tak bisa dihindari.

"Pertumbuhan penduduk juga terus terjadi dan makin banyak. Kebutuhan permukiman tak bisa dihindari termasuk tumbuhnya ekonomi di kawasan Gambut dan Kertakhanyar. Jadi, sebaiknya jangan dibatasi karena memang akan tumbuh menjadi kota," tandasnya.

Ia sepekat sektor pertanian memang perlu dipertahankan, namun bukan melalui regulasi yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi baru. "Kalau mau mengembangkan atau meningkatkan produksi padi, itu bisa dimaksimalkan di kawasan lain antara lain di Aluhaluh," cetus Razak.

Irwan mengatakan pihaknya berharap Pemkab Banjar mengkaji ulang penetapan zona hijau di kawasan Gambut dan Kertakhanyar tersebut. "Ini kan RTWR-nya juga belum tuntas. Masih ada kesempatan untuk memperbaiki sesuatu yang kurang pas yang bakal memunculkan masalah di kemudian hari," timpalnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved