Berita Kabupaten Banjar

Begini Penampakan Saluran Irigasi di Martapura saat Debit Waduk Riamkanan Makin Tinggi

Sejak beberapa pekan terakhir hujan kian kerap mengguyur wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel), termasuk di Kabupaten Banjar.

Begini Penampakan Saluran Irigasi di Martapura saat Debit Waduk Riamkanan Makin Tinggi
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Salah satu pintu pelimpas di saluran irigasi di kawasan Sungaiparing, Martapura, tersumbat rerumputan, Sabtu (8/2/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sejak beberapa pekan terakhir hujan kian kerap mengguyur wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel), termasuk di Kabupaten Banjar. Debit air di waduk Riamkanan di Desa Tiwinganlama, Kecamatan Aranio, pun terus meninggi.

"DMA (duga muka air) saat ini 56,680 meter," sebut Supervisor Operasi dan Pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Riamkanan Dhanny Christyawan, Sabtu (8/2/2020).

Angka DMA tersebut telah mengalami penaikan signifikan dibanding saat kemarau hingga pekan pertama Desember 2019 lalu. Saat itu DMA mendekati kritis yakni hanya 53,460 meter sehingga turbin yang dapat dioperasionalkan cuma satu unit dari total tiga unit turbin yang ada. Itu pun pengoperasionalannya tidak bisa full tapi berjeda tiap sekitar tiga jam.

"Sekarang semua turbun (tiga unit) sudah bisa dioperasionalkan semua, sudah sejak 20 Januari 2020 lalu. Namun itu disesuaikan kebutuhan," sebut Dhanny.

JADI Viral, Surat Curahan Hati Peserta CPNS Aceh yang Kritik Sistem Ujian, Isinya Bikin Haru

Suara Bocah dan Bau Busuk Jadi Petunjuk Gaib Ditemukannya Mayat Siswa SD, Warga Ketakutan

Jakarta Banjir Lagi, Ketinggian Air di Underpass Kemayoran Sudah Mencapai 5 Meter

Dikatakannya, operasional turbin sifatnya kondisional. "Kalau pas beban puncak sekitar pukul 18.00 Wita hingga 22.00 Wita otomatis seluruh turbin dioperasionalkan. Kalau siang dua unit turbin pun sudah cukup," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan di kawasan waduk hingga saat ini juga masih kerap hujan. Karenanya, DMA waduk setempat dimungkinkan masih akan terus bertambah.

Batas maksimal DMA, sebutnya, yakni 59,860 meter dan ini pernah terjadi pada 17-23 Juni 2019 lalu. Setelah itu berkurang dan terus menyusut hingga hampir menyentuh level kritis.

"Kalau debitnya mencapai 59,860 meter maka limpas waduknya. Namun ada saluran pelimpas (spillway) yang berfungsi mengurangi debit air di waduk.

Sosok Orang Indonesia Ini yang Jadi Arsitek Pembangunan RS Corona di Wuhan China, 8 Hari Selesai

Tanpa Belas Kasihan, Pria Ini Tikam Istri & Ibu Mertua, Keduanya Langsung Sekarat & Bersimbah Darah

Peningkatan debit waduk Riamkanan praktis berimbas pada debit air di saluran irigasi. Pantauan banjarmasinpost.co.id, saluran irigasi di wilayah Kota Martapura terutama di dekat jembatan kembar di kawasan Sungaiparing, nyaris menyentuh tanggul. Jaraknya hanya sekitar sepuluh sentimeter.

Dua unit saluran pembuangan yang berada di tepi tanggul juga terus mengalirkan air tersebut ke luar irigasi. Namun sebagian pintu pembuangan tersumbat oleh onggokan rerumputan liar yang hanyut terseret arus dan menyebabkan pembuangan air tersendat.

Sementara itu di pintu air utama yang membentangi saluran irigasi setempat, satu pintu yang dibuka, arusnya sangat deras. Di beberapa tempat di saluran irigasi tersebut tampak sampah organik (rerumputan). Meski tak terlalu banyak tapi jika kemudian mengalir ke saluran pelimpasan berpotensi menjadi penyumbat.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved