Lifestyle

Dilarang Beredar, Buku Ini Dibeli Juga Oleh Duta Baca Kalsel

Buku fiksi merupakan genre buku pertama yang disukai duta baca Kalsel Isnaini Shaleh M.Pd

Dilarang Beredar, Buku Ini Dibeli Juga Oleh Duta Baca Kalsel
istimewa
Duta baca Kalsel Isnaini Shaleh, M.Pd. 

BANJARMASINPOST CO.ID - Buku fiksi merupakan genre buku pertama yang ia sukai, tentu itu tidak lepas dari buku-buku yang sering dibawa (almarhum) ayahnya semasa Isnaini Shaleh M.Pd kecil.

Sejak SD ia sudah sudah punya pojokan baca sendiri di rumah. Sebenarnya dulu itu ia tidak ada waktu khusus untuk membaca. Setelah beli buku, langsung dibaca dan selesai di hari itu juga.

Kini buku yang dimiliki guru di SMPN 1 Kandangan ini, tidak hanya bergenre fiksi, ada banyak jenis buku lainnya macam biografi, sosial budaya, filsafat, lokal atau buku-buku berbahasa Banjar.

"Bahkan buku yang dulu pernah dilarang beredar saya juga membelinya dan terakhir tentu saja buku-buku Pendidikan dan bahasa yang menunjang pekerjaan sebagai guru bahasa Indonesia," terangnya.

VIDEO Keseruan PWI Millenials Talk Show 2020 Bersama Empat Staf Khusus Presiden

Momen HPN 2020, Jokowi Harapkan Pers Dukung Pilkada 2020 di 270 Daerah di Indonesia

Kemarahan Chef Renatta & Chef Juna di MasterChef Indonesia, Sohib Chef Arnold Sampai Lakukan Ini

Resepsi Pernikahan Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah Hari Ini, Perut Teman Hotman Paris Jadi Sorotan

Menurut Isnaini, pendidikan bukan sekadar menjadi orang pintar tapi bagaimana mengubah menjadi orang baik. Demikian moto Isnaini

Begitupula membaca, tentu punya banyak manfaatnya, salah satunya bertambah wawasan selain itu juga penting bagi seorang guru sepertinya, agar ketika memberikan nasihat atau menceritakan sesuatu bisa menyampaikan kutipan-kutipan buku yang pernah dibaca.

"Hal terbesar dan tak pernah tebersit dari kegemaran membaca adalah ketika saya menjadi bagian dari Duta Baca Provinsi Kalimantan Selatan bahkan bisa memperoleh predikat juara II tingkat Provinsi," ujar pria kelahiran Banjarmasin 15 April 1985 ini.

Selain menjadi duta baca, ia juga menjadi bagian dari Fasilitator Literasi Baca-Tulis Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang ditunjuk oleh Balai Bahasa Kalimantan Selatan.

Suara Bocah dan Bau Busuk Jadi Petunjuk Gaib Ditemukannya Mayat Siswa SD, Warga Ketakutan

Viral Saldo Fantastis Rekening King of The King di BNI, Nilainya Capai Rp 720 Triliun, Ternyata?

Beda Jawaban Rizky Febian & Teddy Soal Lenyapnya Perhiasan Lina Senilai 2 M, Apa Kata Anak Sule?

Berkat penunjukkan itulah ia mulai aktif menggerakkan komunitas yang saya dirikan bersama rekan sejawat di sekolah yaitu Bubuhan Kandangan Membaca.

"Komunitas atau saya lebih suka menyebutnya lapak baca, karena kami menggelar lapak dengan aneka jenis buku saat acara tertentu saja, antara lain hari bebas berkendaraan yang biasa dilaksanakan di hari Minggu," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved