Berita Kabupaten Banjar

Penampakan Eceng Gondok Serbu Kabupaten Banjar, Warga Takut Jembatan Utama Pingaranilir Roboh

Tingginya intensitas curah hujan sejak dua hari terakhir tak cuma menyebabkan sejumlah jalan umum maupun rumah warga terendam. Lebih dari itu...

Penampakan Eceng Gondok Serbu Kabupaten Banjar, Warga Takut Jembatan Utama Pingaranilir Roboh
abdurahman untuk banjarmasinpost.co.id
Warga Pingaranilir gotong-royong membersihkan pampangan (eceng gondok bercampur sampah organik lain) yang teronggok jembatan setempat, Jumat (7/2). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tingginya intensitas curah hujan sejak dua hari terakhir tak cuma menyebabkan sejumlah jalan umum maupun rumah warga terendam. Lebih dari itu juga mengotori sungai oleh sampah organik.

Rerumputan liar perairan seperti eceng gondok turut terbawa arus dan mengalir sungai-sungai. Di antaranya di sungai di Desa Pingaranilir, Kecatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Beragam jenis sampah organik lainnya juga turut hanyut seperti ranting atau batang kayu, bambu, dan sejenisnya. Warga menyebutnya raba atau pampangan.

Semuanya terbaur terseret arus dan terhenti tertumpuk di sekitar jembatan. Kondisi itu merisaukan warga Pingaranilir karena onggokan sampah organik tersebut cukup banyak dan tertahan di sekitar tiang jembatan.

VIRAL Telur Asin Bikin Heboh Warga di Banyumas, Dilempar Bisa Mantul, Hasil Lab Ungkapkan Fakta Ini

Hasil Roma Vs Bologna - Alami Kekalahan Pahit, Paulo Fonseca Harus Obrak-abrik Pertahanan AS Roma

INFO Pengobatan Ningsih Tinampi Terbaru, Petugas Menunggu 1 Jam & Pasien dari Papua Antre 1 Bulan

Sementara itu tekanan arus cukup kuat sehingga hal itu menjelma menjadi beban besar bagi jembatan itu. Hingga Sabtu (08/2/2020) pagi ini jembatan sepanjang sekitar belasan meter itu masih disesaki pampangan.

"Kami khawatir kalau-kalau roboh jembatan di kampung kami. Apalagi kondisi fisik memang sudah mulai goyah karena sudah tua, posisinya juga sudah mulai miring," ucap Abdurahman, kepala Lingkungan Desa Pingaranilir, Sabtu (8/2/2020).

Ia mengatakan beberapa warga telah bergotong-royong membersihkan sampah organik yang mengepung jembatan tersebut sejak Jumat (7/2/2020). Menggunakan perlengkapan seadanya seperti kayu panjang, warga berupaya menyingkirkan pampangan tersebut.

"Tapi tak mampu terbersihkan semua karena pampangan terus berdatangan terbawa arus sungai. Masih banyak yang masih tertahan di sekitar tiang. Warga juga tak bisa maksimal karena arusnya deras," sebutnya.

Beberapa waktu lalu, ucap Abdurahman, petugas teknis dari Pemkab Banjar datang ke lokasi, meninjau dan mengukur jembatan tersebut. Kabarnya akan dilakukan perbaikan tapi hingga kini belum terdengar lagi informasi lanjutannya.

Pihaknya berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan itu karena kondisi fisik makin goyah. Apalagi itu merupakan jembatan vital yang menjadi penghubung jalan utama desa.

Lebih lanjut Abdurahman mengatakan sejumlah rumah warga di desanya juga kebanjiran. Termasuk jalan desa sejauh sekitar ratusan meter.

"Ada 80 unit rumah warga Pingaranilir yang kebanjiran. Lokasinya tersebar di seluruh RT mulai dari RT 1 hingga 7," sebutnya.

Ketinggian genangan di lantai rumah bervariasi. Ada yang setinggi mata kaki ada juga yang hingga belasan sentimeter.

"Kalau musim penghujan, apalagi hujan deras yang berlangsung lama, ya begini lah kondisinya. Sama di jembatan itu, pampangan selalu menumpuk," sebutnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved