Berita Hulu Sungai Tengah

Desa Kasarangan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kebanjiran, Lamban Turun Karena Alasan Ini

Guyuran hujan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, membuat Desa Kasarangan di Kecamatan Labuan Amas Utara, banjir.

Desa Kasarangan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kebanjiran, Lamban Turun Karena Alasan Ini
FOTO DARI KODIM 1002/BARABAI UNTUK BPOST GROUP
Banjir di Desa Kasarangan, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (9/2/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Guyuran hujan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, membuat Desa Kasarangan di Kecamatan Labuan Amas Utara, banjir.

Ketinggan banjir mulai dari 30 hingga 60 sentimeter.

Genangan air ini dimulai sejak Minggu (9/2/2020) sekitar pukul 03.00 Wita.

Dampaknya, banjir menggenangi beberapa halaman rumah warga yang berada di pinggiran sungai.

Totalnya ada 15 kepala keluarga yang terdampak.

"Sore tadi hasil cek ke lapangan, ada penurunan 10 sentimeter," beber Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah HST, Budi Haryanto.

Meski demikian, Budi khawatir, air dari Kabupaten Tabalong yang turun ke Kabupaten Hulu Sungai Utara bakal mempengaruhi sebit air di Kasarangan.

"Ini makanya, air sulit turun," bebernya.

BREAKING NEWS : Diduga Berenang di Sungai Tapin, Dua Pemuda Ini Hilang Terbawa Arus

Dua Remaja Diduga Terseret Arus Sungai Tapin Diduga Warga Pendatang Asal Jawa Tengah

Lebih 100 Kepala Keluarga Terdampak Banjir, Dua Desa di Kabupaten Balangan Terisoalasi

Demi Selamatkan Nenek, Saat Puting Beliung Menerjang, Pria Ini Rela Tertimpa Balok Atap Rumah

Diterjang Angin Kencang, Atap Rumah Warga di Gang Teluk Bayur Banjarmasin Beterbangan

Perceraian Inul Darastista & Adam Ditakutkan Rekan Seprofesi Via Vallen Itu Terjadi, Ini Sebabnya

Sementara itu, kawasan bantaran Sungai Barabai masih dalam kondisi aman.

"Semoga, hujan deras tidak mengguyur HST," harapnya.

Sebelumnya, guyuran hujan deras terjadi Jumat (7/2/2020) dini hari hingga siang, debit air sungai mengalami kenaikan.

Tak tanggung-tanggung, ketinggian air rata-rata mencapai 3 meter.

Padahal sebelumnya, ketinggian air sungai sempat turun hingga satu meter pada saat Kamis (6/2/2020).

Air sungai juga sempat naik pada Rabu (5/2/2020). Ketinggiannya mencapai dua meter.

(Banjarmasinpost.co.id/Eka  Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved