HPN 2020

Presiden Inginkan Tol Kalsel-Kaltim, Jokowi: dari Batulicin Tembus ke Kaltim Cuma 1,5 Jam

Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kalimantan Selatan dimanfaatkan Presiden Joko Widodo untuk memperlihatkan keseriusannya memindah ibu kota

Presiden Inginkan Tol Kalsel-Kaltim, Jokowi: dari Batulicin Tembus ke Kaltim Cuma 1,5 Jam
istimewa/ Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi melayani warga yang ingin berswafoto di gelaran HPN 2020 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kalimantan Selatan dimanfaatkan Presiden Joko Widodo untuk memperlihatkan keseriusannya memindah ibu kota negara dari Jakarta ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Saat memberikan sambutan pada peringatan HPN di Kota Banjarbaru, Sabtu (8/2), Jokowi bahkan sempat mempamerkan video pemenang lomba desain Ibu Kota Negara (IKN), yang diikuti 257 peserta.

“Pemerintah sangat serius dalam rangka pemindahan ibu kota. Bukan memindahkan saja tapi membangun sistem kerja yang baik,” kata Jokowi.

Untuk tahap pertama, presiden mengatakan pemerintah akan membangun lokasi pembibitan atau persemian modern atau nursery. “Kita akan wujudkan ibu kota negara baru yang ramah lingkungan, smart city, semua kendaraan adalah listrik, ramah pejalan kaki dan dekat dengan alam,” tambah Jokowi.

Suara Bocah dan Bau Busuk Jadi Petunjuk Gaib Ditemukannya Mayat Siswa SD, Warga Ketakutan

Jelang Inter Milan vs AC Milan - Derby della Madonnina, Ibra si Pembeda

Untuk nursery, menurut Jokowi, Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) menyiapkan lahan 120 hektare di Kalteng Timur dari total luas IKN sebesar 3.000 hektare.

Pemerintah juga ingin membangun daerah sekitarnya. Jokowi mengatakan ingin membangun jalan tol yang menghubungkan Kalsel dengan Kaltim. Itu setelah dia bertanya kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengenai jarak antara Banjarbaru dengan Penajam Paser Utara.

Banjarmasin Post edisi Minggu (9/2/2020).
Banjarmasin Post edisi Minggu (9/2/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

“Saya sudah tanya ke gubernur Kalsel berapa jam dari sini ke Kaltim jika dibangun jalan tol. Kata gubernur, tiga hingga empat jam saja. Bahkan dari Batulicin, bisa tembus 1,5 jam,” kata presiden yang disambut tepuk tangan meriah undangan.

Jokowi mengakui baru mengetahui jika posisi antara Kabupaten Penajam Paser Utara dan Batulicin Kabupaten Tanahbumbu atau Kotabaru di Kalsel dekat. “Kondisi jarak yang dekat ini tentu memudahkan kita untuk mengintegrasikan antar wilayah di Kalimantan khususnya Kaltim dan Kalsel,” katanya..

Jokowi juga mengungkapkan Gubernur Sahbirin Noor telah menyiapkan lahan seluas 300 ribu hektare apabila dibutuhkan untuk pengembangan ibu kota negara yang baru. “Gubernur ini masih desak terus ke presiden. Berarti masih belum terima kelihatannya,” ucap Jokowi sembari berkelakar.

Di hadapan presiden dan hadirin, Gubernur Sahbirin Noor menyatakan warga Kalsel senang presiden menetapkan ibu kota negara di Kaltim. Meskipun diakuinya, warga Kalsel lebih senang ibu kota negara di provinsi ini. Oleh karenanya masyarakat Kalsel tidak putus asa. “Walaupun tidak jadi ibu kota negara, tapi kami ingin jadi gerbangnya negara. Hal itu sangat penting karena jika mau ke ibu kota negara mesti ke Kalsel dulu,” ujarnya.

Sahbirin pun mengungkapkan mengapa Kalsel selayaknya jadi gerbang ibu kota negara. “Sejarah membuktikan, dari beberapa provinsi yang menyatakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), salah satunya adalah Provinsi Kalimantan. Pusat Provinsi Kalimantan ada di Kalsel saat ini,” ungkap gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini.

Paman Birin pun meminta kepada presiden dan Kabinet Indonesia Maju untuk mendukung Kalsel menjadi gerbang ibu kota negara dengan berbagai pembangunan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada presiden yang hampir tidak pernah bosan ke Kalsel. Atas kedatangan beliau diharapkan membawa berkah bagi Kalsel,” katanya.

Sebelum menghadiri peringatan HPN, Presiden Jokowi melakukan penanaman pohon mersawa di bundaran kompleks perkantoran Pemprov Kalsel. Pohon itu memiliki tinggi 10 meter lebih karena telah berusia 16 tahun. Penanaman pohon mersawa ini menandai diresmikannya Kebun Bibit Desa (KBD) dan Taman Spesies Endemik Indonesia di Kalsel. (banjarmasinpost.co.id/lis)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved