Berita Banjar

VIDEO Debit Air Irigasi Kian Meninggi, Posisinya Nyaris Sentuh Permukaan Tanggul

Debit air di waduk Riam Kanan di Desa Tiwinganlama, Kecamatan Aranio, pun terus meninggi.

VIDEO Debit Air Irigasi Kian Meninggi, Posisinya Nyaris Sentuh Permukaan Tanggul
Capture Youtube BPost
Pintu air di saluran irigasi Riam Kanan di Kelurahan Sungai Pering Kecamatan Martapura Kota, Sabtu (8/2/2020) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sejak beberapa pekan terakhir hujan kian kerap mengguyur wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel), termasuk di Kabupaten Banjar. Debit air di waduk Riam Kanan di Desa Tiwinganlama, Kecamatan Aranio, pun terus meninggi.

"DMA (duga muka air) saat ini 56,680 meter," sebut Supervisor Operasi dan Pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Riamkanan Dhanny Christyawan, Sabtu (8/2/2020).

Angka DMA tersebut telah mengalami penaikan signifikan dibanding saat kemarau hingga pekan pertama Desember 2019 lalu.

Saat itu DMA mendekati kritis yakni hanya 53,460 meter sehingga turbin yang dapat dioperasionalkan cuma satu unit dari total tiga unit turbin yang ada. Itu pun pengoperasionalannya tidak bisa full tapi berjeda tiap sekitar tiga jam.

Kiriman Kain Kafan Pocong ke Umi Pipik Viral, Baper Istri Ustadz Jefri Al Buchori & Colek Sosok Ini

Kemarahan Chef Renatta & Chef Juna di MasterChef Indonesia, Sohib Chef Arnold Sampai Lakukan Ini

VIDEO Keseruan PWI Millenials Talk Show 2020 Bersama Empat Staf Khusus Presiden

Mempercantik Bantaran Sungai Barabai, Lokasi Siring Joewita Dibenahi Sejak 2017

"Sekarang semua turbun (tiga unit) sudah bisa dioperasionalkan semua, sudah sejak 20 Januari 2020 lalu. Namun itu disesuaikan kebutuhan," sebut Dhanny.

Dikatakannya, operasional turbin sifatnya kondisional. "Kalau pas beban puncak sekitar pukul 18.00 Wita hingga 22.00 Wita otomatis seluruh turbin dioperasionalkan. Kalau siang dua unit turbin pun sudah cukup," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan di kawasan waduk hingga saat ini juga masih kerap hujan. Karenanya, DMA waduk setempat dimungkinkan masih akan terus bertambah.

Batas maksimal DMA, sebutnya, yakni 59,860 meter dan ini pernah terjadi pada 17-23 Juni 2019 lalu. Setelah itu berkurang dan terus menyusut hingga hampir menyentuh level kritis.

"Kalau debitnya mencapai 59,860 meter maka limpas waduknya. Namun ada saluran pelimpas (spillway) yang berfungsi mengurangi debit air di waduk.

Peningkatan debit waduk Riamkanan praktis berimbas pada debit air di saluran irigasi. Pantauan banjarmasinpost.co.id, saluran irigasi di wilayah Kota Martapura terutama di dekat jembatan kembar di kawasan Sungaiparing, nyaris menyentuh tanggul. Jaraknya hanya sekitar sepuluh sentimeter.

Momen HPN 2020, Jokowi Harapkan Pers Dukung Pilkada 2020 di 270 Daerah di Indonesia

Habib Syech Bakal Tampil Kembali di Lapangan Dwi Dharma Rantau

Viral Saldo Fantastis Rekening King of The King di BNI, Nilainya Capai Rp 720 Triliun, Ternyata?

Dua unit saluran pembuangan yang berada di tepi tanggul juga terus mengalirkan air tersebut ke luar irigasi. Namun sebagian pintu pembuangan tersumbat oleh onggokan rerumputan liar yang hanyut terseret arus dan menyebabkan pembuangan air tersendat.

Sementara itu di pintu air utama yang membentangi saluran irigasi setempat, satu pintu yang dibuka, arusnya sangat deras.

Di beberapa tempat di saluran irigasi tersebut tampak sampah organik (rerumputan). Meski tak terlalu banyak tapi jika kemudian mengalir ke saluran pelimpasan berpotensi menjadi penyumbat.(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved