Lifestyle

Hanya Anak Petani, Arbainsyah Bayar Kuliah Seringnya Nyicil, Kini Akhirnya Jadi Dosen

Keterbatasan ekonomi membuat Arbainsyah SPd MAg sering harus menyicil bayar kuliah. Namun, kini dia menjadi dosen.

Hanya Anak Petani, Arbainsyah Bayar Kuliah Seringnya Nyicil, Kini Akhirnya Jadi Dosen
istimewa
Arbainsyah SPd MAg bersama keluarga. 

BANJARMASIN.CO.ID - Niat dan semangat untuk mendapat pendidikan tinggi akhirnya mengalahkan keadaan. Begitulah pengalaman Arbainsyah yang berhasil meraih cita-cita di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.

Arbainsyah SPd MAg berasal dari desa di kawasan Handil Jejangkit, Kapuas, Kalteng. Sebuah desa yang kala itu masih terpencil bahkan terisolir dari ibukota kabupaten Kapuas.

Menuju ke Kuala Kapuas harus lewat sungai, menumpang transportasi air yaitu klotok (perahu bermesin). Jarak tempuh sekitar 8 Km.

Ayah hanya seorang petani. Kehidupan keluarga kami sangat sederhana. Saya pun tidak punya cita-cita yang muluk, penting bisa sekolah dan punya pekerjaan. Itu saja.

"Madrasah Ibtidaiyah saya selesaikan di kampung halaman. Sementara untuk melajutkan Madrasah Tsanawiyah harus sekolah ke Kuala Kapuas," ujar pria kelahiran Jejangkit, 10 April 1967 ini.

Virus Corona Makin Mewabah Singapura Naikkan Status Darurat, Kemenlu Imbau WNI Waspada

Banjir di HSU Rendam Ruang Rawat Inap di RSUD Pambalah Batung, Pasien Terpaksa Dievakuasi

Sentilan Pedas Suami Ashanty pada Gisella Anastasia & Wijin, Anang Hermansyah Sindir Mantan Gading

Video Penampakan Rumah Chef Renatta, Dapur Rekan Chef Juna & Arnold di MasterChef 2020 Disorot

Memudahkan sekolah, ia pun tinggal di rumah sewa di Kuala Kapuas. Itu berlangsung hingga Madrasah Aliyah. Sebab orangtua bukan petani kaya, jadi segala kebutuhan hidup mesti dicukup-cukupkan dengan dananya.

Ayahnya waktu itu hanya bisa menyekolahkan saya sampai Aliyah. Sementara untuk melanjutkan ke bangku kuliah, ayahnya tak punya kemampuan finansial.

"Tapi saya nekat. Saya putuskan tetap mendaftar kuliah. Walaupun saat itu belum jelas biayanya bagaimana, penting punya niat dan insya Allah akan terbuka jalannya," jelasnya.

Kebetulan STAI (Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam) Kuala Kapuas sudah buka dan saya bisa kuliah di daerah sendiri, lumayan mengurangi biaya hidup jika harus di daerah lain.

Sambil kuliah, ia menjadi guru honor di Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah. Itulah penghasilan yang dapat diandalkan untuk membiayai kuliah.

Halaman
123
Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved