Berita Bisnis

Sempat Melonjak, Harga Bawang Putih Berangsur Turun

Pantauan Banjarmasinpost.co.id, di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin sejumlah pedagang nyatakan harga turun.

Sempat Melonjak, Harga Bawang Putih Berangsur Turun
banjarmasinpost.co.id/mariana
Lapak pedagang bawang di Pasar Sentra Antasari 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bawang putih sempat alami kenaikan harga secara tajam beberapa hari lalu.

Pantauan Banjarmasinpost.co.id, di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin sejumlah pedagang nyatakan harga turun.

Sebagaimana diungkap Khusairi, pedagang bawang dan kerupuk ini mengatakan, pihaknya menjual bawang putih seharga Rp 45.000 per kg.

Setelah sebelumnya menjual Rp 60.000 per kg pada beberapa hari terakhir.

"Saya beli di agen Pasar Lima, saat harga melonjak itu stoknya kosong. Saya kurang tahu kenapa kosong, bawang putih ini diimpor dari Cina, mungkin karena akses barang-barang dari Cina tidak masuk ke Indonesia akibat virus corona," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (10/2/2020).

Pernikahan Teddy Setelah Lina, Mantan Sule Meninggal Disinggung, Ayah Tiri Rizky Febian Ungkap Ini

Perceraian Inul Darastista & Adam Ditakutkan Rekan Seprofesi Via Vallen Itu Terjadi, Ini Sebabnya

Begini Cara Ibu Milenial Ini Agar Keuangan Rumah Tangga Tak Kedodoran, Cermat Kelola Keuangan

Sedangkan harga bawang merah saat ini seharga Rp 25.000 per kg turun dari sebelumnya sempat mencapai Rp 45.000 per kg.

Diperkirakan harga tersebut akan bersifat fluktuatif dalam sepekan ke depan.

Stok bawang putih di tempatnya saat ini hanya dua karung atau setara 40 kg.

Pedagang lainnya, Junaidi mengatakan, ketersediaan stok bawang putih dan bawang merah di tempatnya saat ini terbatas karena stok dari agen juga tidak banyak.

"Harga bawang putih saat ini Rp 55.000 per kg, dan bawang merah Rp 35.000 per kg. Harga bakal naik turun (fluktuatif), setiap dua hari sekali berubah-ubah harganya tergantung harga di tingkat agen," paparnya.

Diakuinya daya beli konsumen relatif stagnan cenderung sepi.
Sejumlah pelanggan di tempatnya sebagian tidak lagi berlangganan, karena memilih membeli langsung dari Surabaya.

Beberapa pengusaha rumah makan memutuskan tidak membeli bawang di tempatnya lagi, padahal dulu pelanggannya hingga wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) seperti Palangkaraya dan Sampit.

"Saat ini yang beli kebanyakan untuk keperluan rumah tangga saja, belinya per kg, setiap hari tidak menentu pernah sehari cuma laku 5 kg," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved