Berita Tabalong

100 Orang Ikut Seminar Keselamatan Kerja di Tambang di Tanjung Tabalong

Seminar bertajuk motivasi keselamatan pertambangan yang berlangsung di gedung Pusat Informasi Tabalong, Tanjung, Kabupaten Tabalong

100 Orang Ikut Seminar Keselamatan Kerja di Tambang di Tanjung Tabalong
PT ADARO INDONESIA
Seminar bertajuk motivasi keselamatan pertambangan di gedung Pusat Informasi Tabalong, Tanjung, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (11/2/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Seminar bertajuk motivasi keselamatan pertambangan yang berlangsung di gedung Pusat Informasi Tabalong, Tanjung, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (11/2/2020), dibuka PJO PT Pamapersada Nusantara, Bayu Setiawan.

Kegiatan yang diikuti 100 orang dari sejumlah perusahaan di wilayah operasional PT Adaro Indonesia dengan menghadirkan Analisa Widyaningrum S Psi MPsi sebagai narasumber ini, diharapkan mampu memberi suntikan semangat meningkatkan rasa peduli pada keselamatan kerja.

Menurut Bayu, saat ini, terutama operator dan mekanik berada dalam usia millenial.

"Dengan usia seperti itu, telepon genggam merupakan keperluan. Karena keseharian sudah tak bisa lepas dari akses informasi," ujarnya.

Namun, Bayu menegaskan, penggunaannya juga sedianya bisa disikapi secara positif.

Fokus pada pekerjaan, terutama operator dan mekanik, sangatlah serius.

Jika lalai, mereka dihadapkan pada ancaman insiden.

VIDEO Eksotisme Dusun Nanai di Kabupaten Balangan, Terpencil Tapi Bukit dan Sungainya Mempesona

VIDEO Curhat Warga Desa Maju Bersama Batulicin yang Dambakan Jalan Beraspal

PT Pos Indonesia Ganti Oli Kendaraan Operasional Gunakan Pelumas Produk Pertamina

VIDEO Pelabuhan Trisakti Kalimantan Selatan Disandari Kapal Pesiar dari Australia

Video Aksi Teddy, Suami Lina Memijat Beredar, Ayah Tiri dari Anak Sule, Rizky Febian Ungkap Bayaran

Awal Maret nanti, jelasnya, kebijakan untuk tidak membawa telepon genggam ke lokasi kerja bakal diterapkan.

Sejatinya, kebijakan itu dipahami dengan bijak.

Karena, sejumlah insiden yang berlangsung, diawali hilangnya fokus kerja karena penggunaan telepon genggam.

"Saat kembali ke rumah atau mess, silakan kembali menggunakan telepon genggam. Namun jangan seperti orang balas dendam, seharian melek di depan layar. Gunakan secukupnya, kalau mengantuk, tidak ada obat selain tidur," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati) 

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved