Dana BOS

Dampak Terlambatnya Dana BOS, Banyak Kegiatan Sekolah Terpaksa Dibiayai Menggunakan Dana Talangan

Di Kabupaten Tulangbawang, Lampung, Kepala SD Sidodadi Kampung Sungai Nibung, Kecamatan Dente, Teladas, juga menuturkan kisah getirnya.

Dampak Terlambatnya Dana BOS, Banyak Kegiatan Sekolah Terpaksa Dibiayai Menggunakan Dana Talangan
BPost Cetak
BPost edisi cetak Kamis (13/2/2020) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Di Kabupaten Tulangbawang, Lampung, Kepala SD Sidodadi Kampung Sungai Nibung, Kecamatan Dente, Teladas, juga menuturkan kisah getirnya.

Dia kerap menggadaikan BPKB sepeda motornya di Koperasi BMR di wilayahnya.

"Dengan adanya keterlambatan penyaluran dana BOS, kami harus menutupi oprasional sekolah dengan uang pribadi. Kadang terpaksa berutang pada Koperasi BMT untuk pinjam uang dengan jaminan BPKB sepeda motor," terang Wahyu kepada Tribun, Rabu (12/2).

Wahyu mengatakan, besar kecilnya nilai barang yang akan jadi jaminan ke Koperasi itu bergantung dari jumlah uang yang akan dipinjam.

Kisah Pilu Para Kepala Sekolah Mencari Utangan karena Dana BOS Terlambat, Gadaikan Sertifikat Tanah

Pernikahan Kedua Citra Kirana & Rezky Adhitya, Perubahan Tubuh Mantan Ali Syakieb Jadi Sorotan

Erupsi Gunung Merapi, Abu Bergulung-gulung Naik Tapi Warga Pakem Sleman Enjoy Saja

"Jamimam BPKB sepeda motor kalau lebih Rp 5 juta (pinjaman), tapi kalau pas kurang dari itu cuma kepercayaan saja," imbuhnya.

Dana talangan itu, kata Wahyu, biasanya dipergunakan untuk membiayai operasional sekolah, seperti membiayai uang semester, membeli alat tulis sekolah, membayar honor guru, dan kegiatan rutin guru KKG.

"Juga untuk membiayai kegiatan siswa seperti Olimpiade siswa, festival seni, kegiatan olahraga yang sudah terjadwal, ini (keperluan sekolah) sangat mendesak, sementara dana BOS terlambat disalurkan, kami harus berpikir keras cari dana talangan," ungkap Wahyu.

Untuk operasional disekolahnya, Wahyu membeberkan, untuk triwulan pertama dan ketiga dana yang dibutuhkan untuk operasional sekolah kurang lebih Rp 5 juta sampai Rp 10 juta.
Sementara, untuk triwulan kedua biasanya mencapai Rp 10 juta ke atas.

"Kenapa biaya operasional triwulan kedua lebih besar, karena ada kegiatan OSN, O2SN dan FLS2N," papar Wahyu lagi.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved