Berita Tanahbumbu

Setelah Mengajar, Guru PTT SMP di Serdangan Tanahbumbu Ini Punguti Sampah Plastik di Sungai

ulukan sebagai Pahlawan Kebersihan patut untuk disandang, Salahuddin Muttaqien (34). Julukan untuk warga Desa Serdangan, Kecamatan Kusan Hilir

Setelah Mengajar, Guru PTT SMP di Serdangan Tanahbumbu Ini Punguti Sampah Plastik di Sungai
ISTIMEWA
Salahuddin Muttaqien, guru PTT setiap hari usai jam mengajar rutin memungut sampah plastik di sungai Desa Serdangan, Kabupaten Tanahbumbu 

2 Tahun Guru PTT SMP di Serdangan Tanahbumbu Ini Punguti Sampah Plastik di Sungai

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Julukan sebagai Pahlawan Kebersihan patut untuk disandang, Salahuddin Muttaqien (34).

Julukan untuk warga Desa Serdangan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanahbumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, itu karena kepeduliannya yang tinggi dalam menjaga lingkungan.

Tanpa mengharap upah, Salahuddin Muttaqien dalam kesehariannya selalu menyibukan diri dengan memungut sampah-sampah plastik di Sungai Desa Serdangan

Hal demikian dilakukannya mulai 2 tahun lalu.

Menggunakan jukung (peharu kecil), sampah plastik dipungut di sungai dikumpulkan dan kemudian dibakar.

Itu kerap dilakukan Salahuddin Muttaqien seusainya pulang mengajar. 

UPZ Bank Kalsel Tunjukkan Aksi Peduli kepada Korban Kebakaran Teluk Dalam

Sejak 2018 Jadi Buron, Buser Polres Kotabaru Akhirnya Ringkus Pelaku Pencurian Motor

Sempat Terkendala Banjir, Penduduk Desa Trans Lajar Papuyuan Balangan Akhirnya Bisa Keluar Desa

Rombongan Kalimantan Selatan Aman dari Kericuhan di Kongres PAN di Kendari

Dipecat? Nasib Dewi Perssik, Iis Dahlia & Soimah di LIDA 2020 Terungkap Pasca Heboh Menghilang

Diketahui, Salahuddin Muttaqien yang kesehariannya adalah salah seorang guru PTT (pegawai tidak tetap) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 8 Kusan Hilir. 

Selama lebih kurang 2 tahun, memungut sampah-sampah plastik kdi sungai.

Memunguti sampah-sampah plastik, juga dilakukan bersama siswa di sekolah, sekaligus mengajarkan dan memberikan pemahaman kepada siswa betapa pentingnya menjaga lingkungan tetap bersih. 

"Seperti botol plastik, kemasan minuman berbagai jenis dari plastik. Setelah semua terkumpul, lalu dibakar.  Di sini, jauh dari pemulung. Serdangan, jauh dari kota kecamatan atau dari Pagatan. Naik perahu ketinting, 1,5 jam," ucap Salahuddin.  (Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Alpri Widianjono
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved