Keracunan Makanan di Aluhaluh

VIDEO Proses Evakuasi Korban Keracunan Massal di Aluh Aluh oleh Anggota Polsek Aluhaluh

Proses Evakuasi Korban Keracunan Massal di Aluh Aluh oleh anggota Polsek Aluhaluh

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Bripka Eddy Yulisstiyo Budi Bhabinkamtibmas desa Aluh Aluh Kecil Muara sibuk mengevakuasi korban keracunan malam itu, Kamis (14/2/2020).

Masih mengenakan seragam, dia bersama petugas lain evakuasi puluhan warga yang mengalami keracunan makanan di Desa Terapu Kecamatan Aluhaluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Dia gendong para pasien malam itu.

Dia seperti petugas lainnya, Sigap dan cepat bersama Personil Polsek aluh-aluh lainnya, petugas dari pemerintah Kabupaten Banjar, bhabinkamtibmas, Babinsa, petugas dari dinas kesehatan para relawan dan warga setempat bahu-membahu evakuasi.

Selain banyaknya korban, evakuasi juga tidak mudah karena harus melewati jalur transportasi air dengan menggunakan speed boat dan klotok milik warga.

Bikin Resah Warga, Anak Punk Diamankan Satpol PP Banjarbaru, Dihukum Jalan Jongkok higga Digundul

Diduga Mesum di Hotel, 28 Pasangan Tidak Sah Ini Terjaring Ngamar, Ada Pelajar Dibawah Umur

Rencana Pernikahan Didi Riyadi Dengan Ayu Ting Ting Terungkap, Ini Kisah Cinta Teman Ruben Onsu

Mabuk Cinta, Janda 40 Tahun & Berondong 17 Tahun Tak Keluar-keluar dari Kamar Hotel, Ada Chat Rayuan

" Dari Desa Terapu ke puskesmas aluhaluh menggunakan jalur transportasi air, pakai kelotok, lama perjalanan itu kurang lebih satu jam," ucap Bripka Eddy Yulisstiyo Budi Bhabinkamtibmas desa Aluh Aluh Kecil Muara kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (14/2).

Perkembangan terkini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar, dr. Diauddin mengatakan berdasarkan data terakhir hingga hari ini, ada 84 korban keracunan.

56 diantaranya harus di infus, sementara sisanya rawat jalan. Hingga Jumat pagi sebagian besar korban sudah pulang, tinggal dua orang yang masih dirawat di Puskesmas AluhAluh. Siang sudah pulang.

Dikatakannya tidak ada akibat serius akibat keracunan ini, korban mengalami muntah, diare dan pusing dapat ditangani dengan memberikan infus sebagai pengganti cairan tubuh dan tak perlu dirujuk ke rumah sakit.

Video Penjelasan Direktur RSUD Kotabaru Soal Dua ABK Diduga Terinfeksi Virus Corona

Saweran Dewi Perssik Viral! Setumpuk Uang Rp 100 Ribu dari Istri Angga Wijaya di Hari Valentine 2020

Doyan Berondong, Janda Satu Anak Digerebek Hendak Mesum dengan Remaja 19 Tahun di Bumi Perkemahan

Sampel makanan berupa masak habang, ayam, bihun dan nasi dibawa ke Laboratorium, untuk hasil sementara diketahui negatif racun kimia. Diduga keracunan tersebut mungkin karena basi atau bakteri.

Keracunan massal tersebut terjadi setelah korban hadir dalam undangan haul salah satu warga Desa Terapu. Haul digelar dari pukul 14.00 WITA sampai 16.00 WITA. Setelah setengah sampai 1 jam, baru timbul gejala keracunan tersebut.

Hingga saat ini tak ada lagi korban keracunan setelah tim dari Dinkes, Tni, Polri menyisir kampung tersebut. (banjarmasinpost.co.id /nia kurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved