Berita Kabupaten Banjar

Selain Berpuisi, Pemeran Antagonis Film Pangeran Antasari Asal Kabupaten Banjar Juga Buat Warkop Ini

Bagi Anda yang pernah menonton film Pangeran Antasari yang booming pada 2018 lalu, tentu tak asinf dengan pemeran tokoh antagonisnya yakni Imam

Selain Berpuisi, Pemeran Antagonis Film Pangeran Antasari Asal Kabupaten Banjar Juga Buat Warkop Ini
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Imam Bukhori sibuk meracik kopi gula arennya, dua hari lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Bagi Anda yang pernah menonton film Pangeran Antasari yang booming pada 2018 lalu, tentu tak asinf dengan pemeran tokoh antagonisnya yakni Imam Bukhori.

Maklum pegiat seni Kalimantan Selatan (Kalsel) yang satu ini cukup akrab dan familiar dengan berbagai entitas. Mulai dari kalangan pegiat sastra, budaya hingga di kalangan aktivis di Banua ini.

Penampilannya yang nyentrik dengan rambut gondrong dan suaranya yang lantang dan kerap berbusana serba hitam ini menjadi ciri khusus yang melekat pada lelaki 50-an tahun itu.

Selain berdarah seni/aktivis, ia juga berjiwa wirausahawan. Sejak April 2019 lalu, ia mendirikan warung kopi (warkop) di kawasan Sungaiandai, Banjarmasin. Tepatnya di seberang kompleks perumahan PWI.

Meski warkopnya sederhana, tapi banyak orang penting/berpengaruh yang kerap kongkow di situ. Apalagi kalangan pegiat seni, sering ngobrol berlama-lama mengupas banyak hal.

Tanpa Ampun! Pejabat Korea Utara Ditembak Mati karena Terinfeksi Virus Corona, Perintah Kim Jong-un!

Mabuk Cinta, Janda 40 Tahun & Berondong 17 Tahun Tak Keluar-keluar dari Kamar Hotel, Ada Chat Rayuan

Helmy Yahya Dipecat, Terungkap Segini Gaji Dirut TVRI yang Diperebutkan 30 Calon

VIRAL, Kisah Wanita yang Menikah Cuma 12 Hari, Suami & Mertua Tiba-tiba Jahat, Nay Naima Sakit Hati

"Warkop saya ini memang bukan semata tempat ngopi. Lebih dari itu menjadi tempat ngobrol membahas dunia seni budaya terutama perkembangan seni budaya di Banua ini," ucap Imam, Sabtu (15/2/2020) pagi.

Tujuannya membuka usaha warkop, jelasnya, bukan hanya untuk menangguk rezeki. Tapi menyediakan tempat yang asyik untuk kongkow (ngobrol) bagi kalangan pegiat seni budaya. Tempat yang asyik tak selalu yang berkelas, tapi bisa juga yang sederhana dan apa adanya.

"Alhamdulillah meski warkop saya bisa dibilang sangat sederhana, tapi banyak dikunjungi pegiat seni di Banua ini. Juga orang-orang penting. Mereka suka ke sini dan kami berbincang santai sambil ngopi, membicarakan tentang seni budaya banua," tandasnya.

Racikan kopinya juga disukai karena bercitarasa beda, apalagi harganya sanhat ramah dengan kantong. Pengunjung banyak menggandrungi kopi gula aren dan minuman segar seperti gula aren jahe.

Ia juga berkeinginan warkopnya menjadi bagian dari ajang promosi seni budaya Banua. Karena itu secara berkala Imam ingin menggelar acara nonton bareng film-film sejarah Banjar terutama terkait Kerajaan Banjar.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved