Wabah Virus Corona

Setelah Pakai Popok, Perawat Wanita di Wuhan Rela Digunduli, Hindari Terinfaksi Silang Virus Corona

Setelah Pakai Popok, Perawat Wanita di Wuhan Ini Rela Digunduli, Hindari Terinfaksi Silang Virus Corona.

Setelah Pakai Popok, Perawat Wanita di Wuhan Rela Digunduli, Hindari Terinfaksi Silang Virus Corona
Youtube
Perawat di Wuhan rela digunduli kepalanya untuk memudahkan dalam melayani para pasien korban virus Corona. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, WUHAN - Setelah Pakai Popok, Perawat Wanita di Wuhan Ini Rela Digunduli, Hindari Terinfaksi Silang Virus Corona.

Keputusan untuk membuat kepala plontos alis botak merupakan bagian dari pengorbanan mereka dalam bertugas di garda terdepan kota asal penyebaran virus.

Sejumlah perawat yang menangani pasien virus corona "Covid-19" di Wuhan, China ini dilaporkan tanpa dipaksa menggunduli rambut cantiknya agar tidak tertular corona.

Hingga Jumat (14/2/2020), virus corona yang dulunya dikenal sebagai 2019-nCov itu telah membunuh lebih dari 1.400 lebih orang dan menginfeksi hingga 65.000 lebih.

Berani Rekam Tumpukan Mayat Korban Virus Corona di Wuhan, Citizen Journalist China Hilang, Diculik?

Dihantam Virus Corona, Bisnis Alibaba Limbung, Delivery Food Anjlok, Cuma DingTalk Jadi Penolong

Mabuk Cinta, Janda 40 Tahun & Berondong 17 Tahun Tak Keluar-keluar dari Kamar Hotel, Ada Chat Rayuan

Sebuah unggahan dari harian pemerintah China, People's Daily, memperlihatkan para perawat memangkas rambut mereka hingga menjadi gundul.


Foto yang diunggah media China Xinhua di Twitter memperlihatkan para perawat yang bertugas di Wuhan gundul. Mereka memangkas habis rambut mereka guna menghindari infeksi silang ketika merawat pasien virus corona.(Twitter/Xinhua News via Business Insider) ()

Dilansir Business Insider Selasa (11/2/2020), mereka berasal dari Provinsi Shaanxi, yang bersiap untuk ditugaskan ke Wuhan.

"Respek! Tim perawat dari Shaanxi menggunduli kepala mereka jelang tugs di pusat virus corona untuk menghindari infeksi silang," ulas People's Daily.

Selain menghindari penularan, menggunduli kepala juga membantu mereka untuk melepas dan memakai pakaian pelindung, demikian laporan Xinhua.

Shan Xia, yang bertugas di Rumah Sakit Rensmin di Universitas Wuhan menerangkan, dia memutuskan memangkas habis rambutnya pada akhir Januari.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved