Berita Internasional

Penembak Paus Yohanes Paulus II Buka Suara, Senang Tergetnya Selamat dan Sebut Soviet Dalangnya

Cerita Penembak Paus Yohanes Paulus II, dari Senang Tergetnya Selamat hingga Sebut Soviet Dalangnya.

Penembak Paus Yohanes Paulus II Buka Suara, Senang Tergetnya Selamat dan Sebut Soviet Dalangnya
Daily Mirror/Paus John Paul II
Setelah pulih dari lukanya, Paus Yohanes Paulus I mengunjungi Agca di penjara pada 27 December 1983. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, ISTANBUL - Cerita Penembak Paus Yohanes Paulus II, dari Senang Tergetnya Selamat hingga Sebut Soviet Dalangnya.

Dialah Mehmet Ali Agca, pria ini mengaku senang ketika targetnya, Paus Yohanes Paulus II, tidak tewas ketika ditembak pada 1981 silam.

"Penembakan itu merupakan takdir. Dan takdir pula dia (Paus) selamat. Saya senang dia tidak mati," ucap Agca.

Dalam wawancaranya yang dilansir dari Daily Mirror, Agca (62) merasa dirinya sedih ketika sang Paus wafat pada 2005.

"Dia seperti kakak bagi saya. Ketika dia wafat, saya merasa salah satu kakak atau kawan karib saya telah pergi," kisahnya dilansir pada Jumat (14/2/2020).

Rui Pinto, Peretas yang Bongkar Praktek Gelap Man City hingga Kasus Pajak Ronaldo dan Mourinho

Pejabat Korea Utara Ini Diseret Sebelum Akhirnya Dieksekusi Mati, hanya Karena Terpapar Virus Corona

Hasil Lengkap dan Klasemen Liga Inggris - Liverpool Semakin Dekat Juara & Lolos ke Liga Champions

Sejak penembakan 38 tahun silam itu, Agca kini tinggal di Istanbul, Turki, di sebuah apartemen kecil di pinggir kota yang tenang.

Setelah 29 tahun dipenjara, dia meninggalkan masa lalunya dan kini para tetangga mengenal Agca sebagai pria yang baik dan suka memberi makan kucing juga anjing jalanan.

Agca mengaku bahwa dirinya masih terus memikirkan perbuatannya yang telah melukai Paus Yohanes Paulus II. "Saya sering memikirkannya. Tidak setiap hari tapi sangat sering."

"Saya orang baik sekarang," ujarnya, "Saya mencoba untuk hidup sebagaimana mestinya. Ketika saya menembak Paus, usia saya masih 23 tahun. Saya masih sangat muda dan bodoh."

Agca mengaku kalau dirinya tidak menggunakan logika ketika menembakkan peluru tepatnya pada 13 Mei 1981.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved