Berita Banjarmasin

Kabupaten Balangan Terima Penghargaan Pencairan Dana Desa Paling Awal di Indonesia

Kabupaten Balangan Terima Penghargaan Pencairan Dana Desa Paling Awal di Indonesia

banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Penyerahan penghargaan daerah tercepat penerima dana desa di Kalsel Tahun 2020 oleh Kakanwil DJPb Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Kabupaten Balangan mendapatkan apresiasi dari Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Selatan (Kalsel) karena menjadi satu dari tiga daerah di Indonesia yang mampu dengan cepat mencairkan dana desa Tahun 2020.

Apresiasi ditunjukkan dengan penyerahan piagam penghargaan dari Kepala Kanwil DJPb Kalsel, Usdek Rahyono kepada Perwakilan Pemerintah Kabupaten Balangan di Aula Kanwil DJPb Kalsel Jalan S Parman Banjarmasin, Rabu (19/2/2020).

Dijelaskan Usdek, penghargaan dapat diraih karena adanya penyederhanaan kebijakan penyaluran dana desa di Tahun 2020 oleh Pemerintah RI, dimana desa-desa di Kabupaten Kabupaten Balangan dapat dengan cepat memenuhi syarat pencairan dana desa.

"Kabupaten Balangan menjadi salah satu yang pertama bisa mencairkan. Bahkan diapresiasi juga oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia," kata Usdek usai membuka FGD Kebijakan Akuntansi Pemda dan Penyaluran DAK Fisik serta Dana Desa 2020.

Curhat Balasan Veronica Tan Saat Ahok BTP Bahas Perceraian di Buku Baru Suami Puput Nastiti Devi?

Kesaksian Pemandi Jenazah Suami BCL, Ashraf Sinclair, Menangis Melihat Kondisi Ibu Noah Sinclair

Kehadiran Mantan Syahrini, Bubu di Rumah Bunga Citra Lestari Saat Ashraf Sinclair Meninggal Disorot

Dalam FGD ini, ada beberapa poin penyederhanaan kebijakan penyaluran dana desa di Tahun 2020.

Diantaranya yaitu pemangkasan tahapan penyaluran dari yang sebelumnya empat kali menjadi tiga kali yaitu masing-masing sebesar 40 persen, 40 persen dan 20 persen.

Teknis penyaluran dana desa Tahun 2020 juga lebih sederhana yaitu di transfer dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) langsung ke Rekening Kas Desa tanpa melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) seperti pada aturan yang berlaku di Tahun 2019 silam.

Selain itu, pencairan dana desa dari RKUN ke Rekening Kas Desa juga bisa dilakukan lebih cepat karena tak perlu lagi menunggu seluruh desa memenuhi persyaratan terlebih dahulu.

Artinya jika suatu desa sudah bisa penuhi persyaratan, maka akan dicairkan lebih dulu pula.

Hal ini menurut Usdek diharapkan dapat mempercepat pembangunan desa-desa di Kalsel karena dana desa bisa lebih cepat diterima oleh pemerintah desa.

Pada Tahun 2020, Pagu dana desa untuk 1.864 desa di Kalsel meningkat 1,78 persen yaitu di angka Rp 1.553.082.274.000 dibanding Pagu dana desa Tahun 2019 yaitu sebesar Rp 1.506.337.021.000.

Kabupaten Banjar kembali menjadi daerah penerima dana desa paling besar di Kalsel Tahun 2020 yaitu sebesar Rp 218.470.564.000 untuk 277 desa yang ada di Kabupaten Banjar.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved