Berita Internasional

Korea Utara Larang Warganya Sentuh Ponsel Beberapa Pekan, AS Beberkan Kondisi Mental Kim Jong Un

Korea Utara Larang Warganya Sentuh Ponsel Beberapa Pekan, AS Beberkan Kondisi Mental Kim Jong Un

Korea Utara Larang Warganya Sentuh Ponsel Beberapa Pekan, AS Beberkan Kondisi Mental Kim Jong Un
Kolase Kompas.com
Kim Jong Un dan Donald Trump 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PYONGYANG - Korea Utara Larang Warganya Sentuh Ponsel Beberapa Pekan, AS Beberkan Kondisi Mental Kim Jong Un.

Korea Utara (Korut) dilaporkan melarang penggunaan ponsel, setelah jenderal Iran Qasem Soleimani dibunuh AS pada Januari lalu.

Sejak pembunuhan jenderal Qasem Soleimani, Washington dikabarkan memonitor setiap pergerakan Pemimpin Korut Kim Jong Un melalui segala bentuk pengumpulan intelijen.

Harian Dong-A Ilbo melaporkan Rabu (19/2/2020), situasi itu disebut membuat Kim begitu gugup dan syok mengetahui kabar kematian Qasem Soleimani.

FAKTA Mengejutkan Siswi SMA Ini Buang Bayinya, SHF Mengaku Main 2 Kali Sama Adiknya yang Masih SD

APA Jadinya Kalau Tertelan? Penumpang First Class Singapore Airlines Kaget Temukan Sekrup Dalam Sup

BCL Temukan Tubuh Ashraf Sinclair Sudah Kaku, Ini Penjelasan Kenapa Penyakit Jantung Serang Milenial

Pencitraan di Depan Donald Trump, India Gusur Warga Miskin dan Bangun Tembok Pemisah Miskin & Kaya

Karena itu, sumber internal AS menuturkan bahwa otoritas Korea Utara melarang warganya menggunakan ponsel selama beberapa pekan.

Sumber itu menuturkan, mereka mengetahuinya setelah menganalisa informasi di dalam gawai yang dipakai oleh masyarakat negeri komunis itu.

Pyongyang melarang penggunaan ponsel selain untuk mencegah adanya ancaman eksternal, juga melindungi adanya informasi dari luar.

Ini pertama kalinya ada laporan dinas intelijen AS bisa mengetahui kondisi mental Kim Jong Un, maupun pimpinan Korea Utara lainnya/

Soleimani tewas setelah drone tempur AS menembakkan rudal menghantam mobil yang ditumpanginya di Bandara Baghdad, Irak, pada 3 Januari lalu.

Masyarakat Teheran tumpah ke jalan-jalan memberi penghormatan terakhir kepada mendiang Qassem Soleimani.
Masyarakat Teheran tumpah ke jalan-jalan memberi penghormatan terakhir kepada mendiang Qassem Soleimani. (Leader.ir)

Jenderal Iran berusia 62 tahun itu tewas bersama dengan wakil pemimpin jaringan milisi Irak Hashed al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis.

Buntut dari pembunuhan komandan Pasukan Quds, cabang elite dari Garda Revolusi Iran itu, Teheran kemudian melakukan langkah balasan.

Pada 8 Januari dini hari, Garda Revolusi mengumumkan mereka menembakkan hingga puluhan rudal ke Pangkalan Ain al-Assad dan Irbil milik AS.

Presiden Donald Trump dalam konferensi pers sempat mengaku tidak ada korban luka. Namun Pentagon mengakui ada 109 tentara AS mengalami cedera otak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jenderal Iran Qasem Soleimani Dibunuh AS, Korea Utara Larang Penggunaan Ponsel",

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved