Berita Kalteng

VIDEO Menangis di Hadapan Gubernur Kalteng, Dini Ceritakan Perjuangannya untuk Bisa Sekolah

VIDEO Menangis di Hadapan Gubernur Kalteng, Dini Ceritakan Perjuangannya untuk Bisa Sekolah

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Tangisan dini Saputri pun pecah saat kunjungan Gubernur Kalimantan Tengah , H Sugianto Sabran, ke Sekolah Menengah Atas Negeri -3 (SMAN-3) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (18/2/2020). Pelajar yang masih duduk di kelas 12 ini, tak mampu menahan tangis saat berdialog dengan orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai ini.

Dini berasal dari keluarga tidak mampu, kedua orang tuanya tidak bisa membiayainya sekolah karena bekerjanya serabutan dan harus membiayai empat orang anak, sehingga orang tuanya pun meminta dini untuk bekerja saja tidak perlu sekolah, karena tidak mampu membiayai anak-anaknya.

Saat Gubernur Kalteng melakukan kunjungan kerja ke Sampit, dan berdialog dengan para siswa, Dini pun mengungkapkan, masalah yang selama ini di pendam dalam keluarganya selama 12 tahun yang tetap bersemangat sekolah meski tidak pernah dibiayai oleh orang tuanya."Selama 12 tahun sekolah ulun biaya sendiri pa, orang tua ulun tidak mampu membiayai sekolah," ujarnya sembari mengusap air matanya yang terus keluar saat mengeluh kepada Gubernur.

Saat Tangisan Siswi SMAN 3 Sampit Pecah, Tak Direstui Ortu Sekolah, Dini Pun Rela Jadi PRT Cari Uang

Malam Jumat Syukuran Skuat Barito Putera Bersama Guru Zuhdi, Juga Perkenalan Jersey dan Desain Bus

Popularitas Anang Runtuh Disebut Ari Lasso Bersama Mahalini Indonesia Idol, Suami Ashanty Ternyata

Dini pun mengungkapkan, sejak sekolah dasar hingga SLTP dia dapat bantuan dari orang-orang disekitarnya, dari keluarga seperti pamannya sebenarnya yang juga bukan orang berada."Ulun tetap semangat sekolah pa, bekerja jadi pembantu dengan sekali bayar hanya Rp20 ribu saja, itupun tidak setiap hari dapat gaji, ketika diperlukan saja," ujar Dini berbicara terbata-bata.

Dini mengaku, dia tidak patah arang untuk sekolah demi menggapai cita-citanya menjadi tentara wanita, yang didambakannya sejak kecil, karena sosok tentara adalah tegar, kuat dan meperjuangkan bangsa dan negara."Saya ingin jadi Korps Wanita Angkatan Darat (Koad) yang tegar, tegas dan berwibawa," ujarnya tampak tegar.

Dini menceritakan, bahwa tekadnya untuk sekolah sangatlah tinggi, namun orang tuanya tidak mampu sehingga pekerjaan apapun dilakukaannya untuk membiayai sekolahnya tersebut."Saya tidak malu pa meski jadi pembantu, ini adalah perjuangan saya. Saya ingin dibanggakan, meski dari keluarha tidak mampu tapi saya bisa sekolah bisa jadi orang berguna," ujarnya yang membuat Gubernur pun haru.

Banyak siswa dan siswi di SMAN-3 Sampit yang ternyata berasal dari keluarga tidak mampu, sehingga untuk sekolah dibantu menggunakan anggaran tidak mampu. Gubenrur Sugianto pun, akhirnya memberikan bantuan kepada dini dan beberapa siswa dan siswi tidak mampu lainnya."Saya bangga dengan pelajar SMAN-3 yang bersemangat sekolah meski sambil bekerja untuk biaya sekolah mereka," ujarnya. banjarmasinpost.co.id / faturahman

Dini Saputri, siswi SMAN-3 Sampit, merupakan salah satu siswi tidak mampu yang harus bekerja untuk membayar sekolahnya. Dia diapresiasi Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran saat melakukan kunjungan kerja di Sampit.(banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved